Walau Gagal, Hodgson Optimis Pada Masa Depan Inggris

Roy Hodgson

Roy Hodgson tak berhasil membawa timnas Inggris bermain gemilang di Piala Eropa 2016. Akan tetapi dirinya yakin dengan masa depan tim ‘Tiga Singa’.

Inggris tersingkir dari Piala Eropa 2016 setelah dikalahkan 1-2 oleh Islandia di babak 16 besar. Ini seperti menjawab performa kurang bagus mereka di fase grup.

Saat itu Inggris hanya meraih satu kemenangan atas Wales, sedangkan bermain seri dengan Rusia dan Slovakia. Rangkaian perolehan itu mengakibatkan mereka hanya finis runner-up di belakang Wales.

Diakui Hodgson bahwa timnya tak berhasil memenuhi keinginan. Meski begitu, manajer yang segera mundur beberapa waktu usai kalah dari Islandia itu mengatakan keyakinannya akan masa depan Inggris.

“Adalah perolehan yang kerap dinilai dan dari hasil-hasil Anda dinilai. Saya percaya para pemain ini bakal memenuhi harapan dan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi,” katanya.

“Menurut saya, perkembangan bakal ditorehkan tim ini dan suatu hari kita bakal menyaksikan Inggris bermain amat-amat baik di sebuah kompetisi, dan harapan saya itu bakal terwujud di 2018.”

“Saya menilai kumpulan pemain ini bersamaan mereka kian dewasa bakal memperlihatkan bahwa mereka layak memakai seragam Inggris,” tambahnya.

Inggris adalah tim dengan rata-rata umur termuda di Piala Eropa 2016 diantaranya 25,8 tahun. Beberapa anggota tim mereka masih berumur 22 tahun atau di bawahnya. Katakana saja Marcus Rashford (18 tahun), Dele Alli dan Raheem Sterling (21), juga Harry Kane, Ross Barkley, Eric Dier, dan John Stones (22).