Walau Gagal, Deschamps Tidak Salahkan Lloris

Blunder yang dilakukan oleh Hugo Lloris pada menit-menit akhir pertandingan saat berhadapan dengan Swedia menjadi sebuah kegagalan bagi Prancis. Walau begitu, Didier Deschamps tidak bakal salahkan Lloris.

Prancis tunduk dengan skor 1-2 ketika berhadapan dengan Swedia pada laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 pada hari Sabtu (10/6/2017) dinihari WIB di Friends Arena, Solna. Pernah unggul lebih awal dengan angka yang diciptakan oleh Olivier Giroud, Les Bleus pada akhirnya perlu kembali dengan tangan kosong.

Angka yang mengantarkan Swedia menang baru tercetak ketika masuk injury time di babak kedua. Angka yang diciptakan oleh Ola Toivonen tersebut di awali lewat kesalahan fatal yang dilakukan oleh Lloris ketika membuang bola.

Berada dalam tekanan Sebastian Larsson, Lloris malah ingin menguasai bola dan akhirnya ceroboh ketika ingin membuang bola. Sepakannya amat lemah dan mendatar sampai bola dapat dihampiri Toivonen lewat tengah lapangan. Lloris yang telah keluar dari tempatnya kalah cepat dari bola yang melesat masuk ke gawang.

“Saya tak bakal salahkan Hugo. Ia telah sering kali menjadi penentu dengan kami,” ucap Deschamps.

“Ia lebih ingin menguasai bola. Kalau ia buang bola jauh-jauh, tak akan seperti itu lagi.  Namun ia mengetahui hal tersebut. Ia mengetahui hal ini adalah kesalahan darinya dan membuat kami dirugikan.”

“Ia merupakan penjaga gawang yang bikin kesalahan dan ia lakukan lebih nampak dibanding outfield player. Sangat sial untuk dirinya dan semua tim. Para pemain sungguh merasa kecewa, Terlebih Hugo. Kalah terus terasa sakit dan kalah dengan keadaan seperti ini lebih terasa sakit,” imbuh dia.

Hasil negatif ini bikin perselisihan di Grup A menjadi makin berat. Prancis yang pernah berada di urutan teratas klasemen sekarang ini ditikung Swedia dengan keseluruhan poin imbang (13 poin). Di ikuti oleh Belanda mendekat dengan jumlah 10 poin setelah berhasil menangkan laga saat berhadapan dengan Luksemburg.

“Kami masih miliki 4 laga — 12 poin untuk diraih — dan kami perlu berusaha dengan amat keras untuk sampai pada incaran kami. Laga menghadapi Belanda yang berlangsung di Stade de France pada tanggal 31 Agustus bakal amat krusial. Saat ini bakal menjadi jauh lebih krusial,” ujar Deschamps.