Kontroversi Dua Penalti Barca Vs PSG

Leg kedua babak 16 besar Liga Champions baru saja melahirkan sejarah baru, dimana Barcelona muncul sebagai aktor sejarah tersebut. Diluar dugaan Lionel Messi dan kawan-kawan berhasil menenggelamkan mimpi besar Paris Saint Germain dengan menyingkirkan mereka dari persaingan juara di Camp Nou.

Bagai jalan yang mustahil bagi Barcelona, karena mereka jelas-jelas tertinggal empat gol di leg pertama. Dan memasuki leg kedua yang digelar di Camp Nou, Barca berhasil membekuk PSG dengan skor 6-1. Dengan hasil ini, Barca sukses mengalahkan PSG dengan agregat 6-5 dalam dua leg sekaligus berhak menemani Borussia Dortmund lolos ke babak perempat final.

Dan yang patut diangkat adalah ketika laga berakhir, banyak orang yang menganggap bahwa hasil ini dibanjiri berbagai kontroversi. Yang teratas di perbincangkan adalah perihal dua hadiah penalti yang didapat Barcelona. Banyak pihak yang menilai dua penalti itu diberikan wasit dengan begitu mudah nya.

Penalti pertama Barcelona diberikan ketika aksi Neymar harus dihentikan oleh pemain PSG, Thomas Meunier. Dan yang dipermasalahkan adalah ketika Mounier sebenarnya terpeleset dan jatuh sendiri. Setelah itu, Neymar yang menusuk dari luar menabrak kepala Meunier dengan kakinya padahal dia seharusnya bisa dengan mudah menghindari sang bek. Wasit utama sebenarnya tidak menggubris pelanggaran tersebut, akan tetapi asistennya memberikan penilaian lain.

Berlanjut ke penalti kedua bagi Barca yang didapat pada menit ke-90. Penalti ini berbuah gol kelima yang krusial bagi tuan rumah. Masalahnya, Luis Suarez dinilai menjatuhkan diri dengan terlalu mudah serta terkesan diving dan Marquinhos pun terlihat tidak melakukan banyak pergerakan berbahaya.

Yang lebih panas nya adalah ketika PSG tidak mendapat penalti yang seharusnya mereka dapatkan. Ketika itu Angel Di Maria diganjal dari belakang oleh Javier Mascherano. Dan menariknya adalah Mascherano sendiri mengakui bahwa dia menekel De Maria tanpa mendapatkan bola sama sekali sehingga tembakan sang pemain melenceng jauh di atas mistar gawang.