Vardy dan Mahrez Yang Bersinar Lagi

jamie vardy dan riyad mahrez

Singkirkan lebih dulu Claudio Ranieri dan prestasinya bersama Leicester City di masa lalu. Sekarang Leicester bangkit di bawah manajerial Craig Shakespeare, dengan Riyad Mahrez dan Jamie Vardy sebagai bintang utamanya.

Ranieri, yang membawa Leicester mewujudkan dongeng dengan memenangi Premier League musim lalu, secara mengejutkan dipecat pada 23 Februari 2017.

Kemudi nakhoda tim, ketika itu diberikan kepada Shakespeare untuk sementara yang sebelumnya menjabat asisten Ranieri di Leicester.

Di erah kepelatihan manajer berusia 53 tahun tersebut, Leicester perlahan mulai bangkit hingga pada akhirnya Shakespeare mendapat kontrak permanenen, sebuah pengalaman pertama bagi bekas caretaker West Bromwich Albion itu.

Hingga kini The Foxes telah menjalani empat laga bersama Shakespeare. Empat kemenangan juga diberikan, tiga di Liga Inggris dan satu lainnya di Liga Champions.

Khususnya di Liga Inggris, Leicester telah mencatatkan tiga kemenangan dan dengan stabil menempati urutan 15 selama tiga pekan atau meningkat dari posisi 18 yang ditempati pasca pertandingan terakhir Ranieri.

Walau masih jauh dari zona aman lantaran hanya enam poin yang memisahkan dari tim penghuni posisi teratas zona degradasi Premier League, hasil-hasil itu paling tidak menandakan kebangkitan The Foxes.

Menariknya lagi yang patut disimak ialah jika di empat laga Leicester di bawah arahan Shakespeare itu, juga terdapat peningkatan performa pula dari dua bintangnya yakni Mahrez dan Vardy.

Mahrez sendiri menyumbang sepasang gol plus satu assist di era Shakespeare, usai hanya mencetak lima gol dan tiga assist dalam 32 pertandignan di berbagai ajang sebelum itu.

Sedangkan Vardy yang musim lalu mendulang 24 gol liga, sudah mencetak tiga gol serta menambahkannya dengan dua assist di empat pertandingan terakhirnya. Saat bersama Ranieri sebelumnya musim ini, Vardy hanya menceploskan empat gol dari 32 laga dan tak memberi satu assist pun.