Tinggalkan Leicester Jadi Keputusan Sulit Drinkwater

danny drinkwaterDanny Drinkwater mengatakan jika langkahnya untuk menanggalkan kostum Leicester City bukan sebuah keputusan yang mudah. Dirinya mengaku jika banyak sekali aspek emosional yang harus ia jalani ketika memutuskan untuk pergi dari klub.

Drinkwater baru saja memilih untuk pergi dari Leicester di hari terakhir penutupan bursa transfer musim panas. Ia masih akan bermain di Premier League. Si pemain meninggalkan klub guna bergabung dengan rival sesama klub Inggris, Chelsea.

Harus pergi dari Leicester membuat perasaannya campur aduk mengingat The Foxes sudah memberikan banyak kenangan indah. Salah satunya ialah ketika memenangi titel juara Premier League musim 2015/16 silam.

“Perasaan emosi saya ada di seluruh tempat,” buka Drinkwater dikutip dari Sky Sports.

“Ada rasa frustasi, kegembiraan, saya juga sangat gugup dan saya bersyukur karena pada akhirnya proses kepindahan ini selesai juga,” sambung jebolan akademi Manchester United tersebut.

Gelandang berusia 27 tahun tersebut menyebutkan jika alasannya untuk lebih menerima pinangan The Blues daripada tetap bertahan di Leicester sudah realistis. Kepindahan ini juga tak menyulut gesekan dengan pihak klub lantaran mereka juga sadar jika misi Drinkwater tidak salah.

“Saya berniat untuk melanjutkan hal yang terjadi sebelum musim lalu, saat kami berhasil memenangi Premier League dan saya mau mencicipi lebih banyak gelar juara. Leicester tahu akan hal tersebut dan dimana bisa melakukan lebih baik daripada di Chelsea?,” tandasnya.

Langkah Drinwater untuk angkat kaki dari King Power Stadium untuk menyeberang ke Stamford Bridge ini seolah seperti meniru rekan setim barunya, N’Golo Kante, yang lebih dulu hijrah di musim panas tahun 2016/17 lalu.