Thorgan Hazard, Penalty King-nya Dieter Hecking

Thorgan Hazard, Hannover, Borussia Monchengladbach
Thorgan Hazard penalty kick vs Hannover

 

Dimusim ini, Thorgan Hazard yang merupakan adik dari pemain bintang dari Chelsea yaitu Eden Hazard, telah dilibatkan disetiap pertandingan di Bundesliga bersama Monchengladbach. Tentu Dieter Hecking selaku pelatih tak sembarangan untuk menurunkan pemainnya disetiap putaran. Namun yang jelas dengan enam gol dan enam assist, sudah cukup untuk menjawab hal tersebut.
Ia pun mengungkapkan kepada situs resmi Bundesliga, tentang perubahannya yang semakin matang dimulut gawang lawan dan mengatakan, “Saya pikir bahwa dalam waktu sekitar dua tahun, sejak saya telah bermain bersama Raffael dalam serangan, itu berhasil dengan sangat baik. Saya tidak bisa mengatakan secara rinci mengapa hal itu berhasil dengan baik musim ini.”
Ia pun menambahkan, “Bagaimanapun, saya selalu merasa percaya diri dan keyakinan dari Dieter Hecking dalam kemampuan saya. Saya merasa senang dalam tim ini dan juga dalam gaya bermain kami. Sistem ini hampir selalu memberi saya kesempatan untuk mencetak gol dan assist. Dan itu, semua tanpa saya bermain sekali di posisi favorit saya, di tengah. ”.
”Sejauh menyangkut enam gol saya, itu harus dimasukkan ke dalam perspektif. Pertama, saya mencetak empat gol dari titik penalti. Jika saya telah mengambil semua peluang saya dalam permainan, saya mungkin bisa memiliki sepuluh atau lebih gol. Itulah mengapa sangat penting bagi saya untuk terus bekerja keras dalam efisiensi saya. ”. lanjutnya.
Memang Thorgan sempat melewatkan beberapa peluang besar, seperti saat menghadapi Borussia Dortmund dan Bayer Leverkusen. Namun ia mampu mengatur diri untuk tetap menjaga kepercayaan dirinya.
Ia mengatakan, “Tidak ada trik atau metode psikologis yang akan saya gunakan pada saat-saat di mana saya melewatkan kesempatan. Sebaliknya, saya melihatnya sebagai kualitas untuk tidak membiarkan semuanya masuk ke kepala Anda. Saya tahu bahwa saya dapat menciptakan lebih banyak kesempatan setelah momen negatif. Pengalaman menunjukkan bahwa saya biasanya mendapatkan setidaknya dua peluang bagus per game. Jadi, jika saya ketinggalan yang pertama, saya bisa berharap bisa melakukan yang lebih baik pada yang kedua. ”.
Karena kemampuannya untuk mengeksekusi tendangan penalti, sang pelatih sempat memanggilnya “Penalty king” karena ketenangan saat berada di titik penalti. Karena meski harus menunggu beberapa menit sebelum mengambilnya, ia selalu yakin akan dirinya sendiri.
Ia menambahkan, “Terkadang saya memikirkan di mana saya harus menembakkan bola, namun terkadang saya hanya memutuskan saat saya berlari dan melihat kemana dan jika kiper bergerak. Seperti itu saatmelawan Hannover. “Tobi” Sippel (kiper pilihan kedua Gladbach) mengatakan kepada saya bahwa kiper Hannover akan bergerak lebih awal. Jadi saya menunggu untuk melihat ke arah mana dia pergi dan meresponsnya dengan tepat. ”.