Thierry Henry Sebut Gosip Pemecatan Zidane Tak Masuk Akal

ZidaneLegenda Arsenal dan tim nasional Prancis, Thierry Henry mengomentari rumor pemecatan Zinedine Zidane oleh Real Madrid. Rekan satu negara Zidane tersebut beranggapan Madrid akan melakukan hal yang sangat konyol jika melakukannya.

Zidane melesat kariernya sejak dipercaya menjadi manajer Real Madrid dan mendapat puja-puji usai membawa tim itu juara Liga Champions di musim perdananya pada 2016. Di musim lalu, Zidane mengantarkan El Real mempertahankan juara Liga Champions ditambah gelar La Liga.

Jika ditotal sampai akhir tahun ini, secara keseluruhan Zidane sudah mengumpulkan delapan gelar dalam kurun waktu kurang dari dua musim. Empat gelar minor lainnya adalah Piala Super Spanyol serta masing-masing dua trofi di Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub.

Tapi, peruntungan Zidane berubah musim ini ketika langkah Los Galacticos terseok-seok di seluruh kompetisi yang diikuti. Walaupun lolos ke babak 16 besar Liga Champions, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawannya hanya jadi runner-up di bawah Tottenham Hotspur dan harus bertemu Paris St-Germain.

Sementara di La Liga, kondisinya lebih parah usai dikalahkan 0-3 dari Barcelona akhir pekan lalu yang membuat Madrid tertinggal 14 poin dari sang rival yang ada di puncak klasemen. Di ajang Copa del Rey, Madrid juga lolos tidak meyakinkan meski hanya bertemu Fuenlbrada.

Dengan hasil-hasil yang kurang oke itulah, masa depan Zidane pun langsung dispekulasikan. Presiden Real Madrid, Florentino Perez disebut-sebut sedang memikirkan rencana untuk memecat Zidane. Rumor ini pun dianggap sebagai hal yang sangat konyol.

“Melihat apa yang sudah dia lakukan untuk tim, maka menurut saya rumor soal pemecatan Zidane itu tidak masuk akal. Tidak bisakah kita menghentikan bicara soal laju timnya saat ini? Ini semua berkaitan dengan pekerjannya” ungkap Thierry Henry.

“Menurut saya, hasil buruk yang mereka dapatkan belakangan ini tidak akan merusak pekerjaan Zidane sejauh ini. Orang-orang bilang kepada saya bahwa dia punya pemain ini, dia punya ini dan itu, tapi Anda butuh tim untuk bisa menerapkannya di lapangan.”