Tabrakan Naas, Pemain Hull City Gantung Sepatu di Usia 26 Tahun

Ryan Mason, Chelsea, Gary Cahill, Hull City

Ryan Mason akhirnya memutuskan untuk menyudahi karirnya di umur yang terbilang muda, yakni 26 tahun. Hal ini berkenaan dengan cedera kepala yang dia dapatkan ketika bertubrukan dengan pemain Chelsea, yakni Gary Cahill, di tahun yang lalu.

Pastinya kalian masih ingat pemain Hull City yang mengalami masalah berat untuk kepalanya usai terkena sundulan dengan pemain Chelsea, Gary Cahill, 2017 silam? Dia adalah Ryan Mason dan kini dirinya sudah memutuskan karirnya di musim yang akan datang.

Mason harus gantung sepatu di umurnya yang ke-26 tahun, setelah ia mendapat cedera parah dan menjalani operasi di bagian kepalanya. Keputusan pemain ini disebutkan merupakan saran dari para ahli saraf dan ahli bedah neuro yang sudah mengobatinya.

Pemain yang pernah memperkuat Inggris dalam satu laga di tahun 2015 yang lalu tersebut mengungkapkan jika dirinya sudah berupaya dengan keras untuk kembali ke lapangan. Namun, terlalu banyak resiko yang dia dapatkan jika nanti kembali berlaga di lapangan, itu yang membuatnya akhirnya tidak dapat memiliki selain mundur dari karirnya.

Ryan Mason tabrakan dengan Gary Cahill

Mason merupakan pemain lulusan akademi Tottenham Hotspur. Sayangnya, ketika dia sudah masuk ke tim senior, Mason lebih banyak menghabiskan waktu menjadi pemain pinjaman ke klub lain di tier bawah. Hingga kemudian, dia dipinang oleh Hull City pada Agustus 2016.

Sampai dia selesai mengungkapkan berita pensiunnya, Mason masih menjadi pemain resmi Hull, yang saat ini bermain di divisi Championship itu.

Sementara itu, ketika peristiwa naa itu terjadi pada awal 2017 lalu, Mason yang tampil di posisi gelandang sempat melakukan perawatan medis di lapangan kurang lebih delapan menit. Akan tetapi, Mason kemudian dibawa meninggalkan lapangan dengan bantuan oksigen, langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Mason lalu menjalani operasi kepala di Rumah Sakit St Mary’s di London, dan dirawat selama satu minggu. Mason kemudian sempat berlatih bersama timnya di bulan Mei 2017. Namun, dia tak pernah tahu kapan akan tampil kembali.

Pelatih Leonid Slutsky, mengungkapkan jika keputusannya saat itu bukan hanya soal karir tapi hidupnya. Karena kala itu, Mason baru berkonsultasi dengan spesialis ketiga. Baginya, Ryan Mason sudah menjalani perawatan intensif dengan banyak saran dari para ahli saraf dan ahli bedah neuro terbaik di dunia, semuanya menganjurkan untuk tidak kembali berlaga kompetitif.

Dengan ini, Mason juga mengucapkan terima kasihnya untuk semua pihak di klub Hull City yang sudah menolongnya dan membuatnya sudah dapat bermain selama 12 bulan belakangan ini.