Striker Madrid Luapkan Batas Kesabarannya Dengan Sang Pelatih

Alvaro Morata yang merupakan pemain lini depan dari Real Madrid sepertinya sudah mencapai batas kesabarannya belum lama ini. Dikabarkan pemain asal Spanyol tersebut dikabar telah membulatkan tekad untuk angkat kaki klub yang telah miminangnya pada musim panas 2016 lalu.

Hal ini diketahui karena sang pemain terlihat sedang adu mulut dengan pelatihnya yaitu Zinedine Zidane baru baru ini. Pasalnya, sang pemain menumpahkan kemarahannya pada saat Ia tak dimainkan oleh Zidane dalam pertandingan lanjutan ajang kompetisi Liga Champions menhadapi Bayen Munchen yang sudah memasuki babak perempat final di leg kedua. Pertandingan yang diselenggarakan kemarin tanggal 19 April lalu, Ia tidak diturunkan sama sekali oleh sang pelatih, walaupun hasil akhirnya mereka unggul dengan skor 4-2 dikandang mereka sendiri, Santiago Bernabeu.

Seperti yang diungkapkan oleh Diario Gol, dalam pertandingan tersebut, sang pemain hanya menghiasi bangku cadangan. Namun hal ini bukanlah pertama kalinya dimusim ini. Belakangan Ia juga jarang diturunkan apalagi menjadi starter. Padahal kemampuannya dalam menjebol gawang lawan juga terbilang sangat baik.

Tercatat hingga saat ini pemain yang berusia 24 tahun tersebut mampu menjebol 12 gawang lawannya ditambah 2 assist sejak 21 kali diturunkan oleh sang pelatih di musim ini dalam ajan La Liga. Saat bermain di babak penyisihan Champions League,  Ia juga berhasil menyumbangkan 3 gol ditambah 1 assist untuk timnya. Belum lagi saat bermain di Coppa del Rey, Ia pun juga ikut andil memberikan 2 angka untuk Madrid.

Sepertinya adalah hal yang wajar mantan pemain Juventus yang baru mencicipi dua musim di Italia marah saat itu. Ia pun ingin ikut ambil bagian dalam kemenangan bersama timnya dan tak senang jika kemampuannya disia-siakan.

Sebelumnya beberapa klub Eropa dikabarkan tertarik untuk memiliki jasanya, terutama dua klub dari Liga Inggris, Chelsea dan Manchester United. Malah Antonio Conte selaku pelatih, sudah menginginkannya sejak musim panas lalu saat Ia masih berada di Juventus. Namun akhirnya Ia lebih memilih Madrid dibanding ke Chelsea yang saat itu sedang terpuruk dimusim sebelumnya di peringkat 10.