Soal Jajak Pendapat Di Catalunya, Gerard Pique Siap Mundur Dari Timnas

Gerard PiqueCatalunya sedang mengalami krisis menyusul jajak pendapat yang dilakukan. Bek Barcelona, Gerard Pique siap mengambil langkah mengenai nasibnya tim nasional Spanyol demi tanah kelahirannya itu.

Masyarakat Catalunya dengan berani melakukan pemungutan suara pada Minggu (1 Oktober 2017) waktu setempat untuk melepaskan diri dari Spanyol. Pemerintah Spanyol sendiri sejak awal tegas menolak jajak pendapat dan menyebutnya sebagai ilegal dan tidak boleh dilakukan.

Hal itulah yang kemudian menimbulkan bentrokan antara masyarakat Catalunya dengan pihak kepolisian Spanyol. Dikabarkan ada ratusan korban yanf mengalami luka-luka karena terlibat baku hantam dengan aparat kepolisian.

Barcelona, yang dijadwalkan menghadapi Las Palmas pada hari yang sama di Camp Nou, sempat meminta pertandingan ditunda karena peristiwa tersebut. Tapi permohonan itu tidak dikabulkan oleh manajemen La Liga dan Federasi Sepakbola Spanyol dan malah diancam pengurangan poin kalau memaksa tak bertanding.

Barcelona pun akhirnya mengambil keputusan untuk tetap menyelenggarakan pertandingan, namun digelar tanpa seorangpun penonton. Pertandingan sendiri pada akhirnya dimenangkan oleh Barca 3 – 0 walaupun tanpa dukungan dari suporternya.

Dalam sesi wawancara setelah pertandingan, Pique bicara tentang dampak jajak pendapat Catalunya ke pertandingan. Dia juga berbicara soal kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap para pengunjuk rasa, yang sangat membuatnya prihatin.

“Manajemen sudah berusaha mencoba berbagai cara untuk menunda pertandingan, kami membicarakan soal masalah ingin dengan seluruh pemain dan klub, dan pada akhirnya kami memilih untuk bermain,” kata Gerard Pique seperti yang dilansir dari harian AS.

“Kami sulit bermain tanpa kehadiran suporter. Setelah apa yang terjadi, ini adalah pengalaman terburuk saya sebagai pesepakbola profesional. Ini hari yang sulit. Di sana ada keluarga, anak-anak dan kakek-nenek, serta polisi serta garda sipil melakukan ikut campur. Orang-orang melakukan protes tanpa kekerasan. Semua orang melihatnya dan akan ada konsekuensi,” sambung Gerard Pique.

Pique bercerita soal keadaan terkait jajak pendapat itu dengan emosional sampai menitikkan air mata. Pemain berusia 30 tahun itu kemudian ditanya mengenai bagaimana kelanjutan karier internasionalnya, mengingat isu referendum saja sudah membuatnya dikritik sana-sini.

“Saya tahu bahwa ada orang-orang di Spanyol yang mengutuk apa yang telah terjadi dan juga percaya dengan demokrasi. Jika manajer atau direktur Ferderasi Sepakbola Spanyo berpikir bahwa saya adalah masalah bagi tim nasional, saya tidak akan main lagi untuk tim nasional sebelum Piala Dunia 208,” tegas Gerard Pique.