Sering Bermasalah Di Lapangan, Neymar Pergi Ke Psikolog

NeymarDalam beberapa pertandingan sepanjang musim ini, Neymar dianggap banyak melakukan pelanggaran yang tidak perlu dan berujung keluarnya kartu kuning atau bahkan kartu merah. Hal itu tentu saja sangat merugikan Barcelona. Untuk itu, Neymar dikabarkan akan meminta bantuan kepada psikolog untuk mengatasi masalahnya itu.

Sebut saja ketika Los Cules berhadapan dengan Paris St-Germain di partai putaran kedua babak 16 besar Liga Champions. Pemain Brasil itu menendang kaki bek PSG, Marquinhos dan membuatnya menerima hadiah kartu kuning dari wasit.

Kemudian yang terbaru adalah di pertandingan La Liga kontra Malaga di akhir pekan lalu, ketika melakukan pelanggaran keras pada bek Malaga, Diego Llorente. Aksinya itu membuatnya menerima kartu kuning kedua dan memaksanya harus angkat kaki lebih cepat dari lapangan permainan.

Padahal Neymar tidak seharusnya bisa lebih menahan diri untuk tidak melakukan pelanggaran seperti itu mengingat sebelumnya dia sudah mendapat kartu kuning karena dinilai mengikat sepatu terlalu lama.

Masalah tidak hanya berhenti sampai di situ, karena ketika berjalan menuju ke lorong pemain, Neymar malah melakukan tindakan yang tidak terpuji dengan bertepuk tangan kepada ofisial keempat. Aksi ini dinilai sebagai sebuah sindiran bernada sarkasatik yang akhirnya membuatnya dijatuhi sanksi lebih lama.

Ketika hendak bermain dengan Juventus, Neymar juga tampak khawatir akan mendapatkan kartu kuning yang bisa membuat dia absen di putaran kedua perempatfinal Liga Champions. Beruntung, dalam laga tersebut, penyerang tim nasional Brasil itu dapat bersikap lebih baik dan terhindar dari hukuman kartu.

Dalam kabar yang dilaporkan oleh beberapa media Spanyol, Neymar disebut-sebut meminta bantuan kepada seorang psikolog. Orang yang dituju adalah Joaquin Valdes yang merupakan psikolog pribadi sang manajer, Luis Enrique.

Neymar meminta bantuan Valdes agar bisa menyelesaikan musimnya ini dengan lebih baik. Harapannya hanya satu, mantan pemain FC Santos ini ingin terhindar dari hukuman yang dapat membuat absen.

Enrique sendiri sempat mengeluarkan larangan kepada para pemainnya untuk tidak berkonsultasi dengan Valdes secara pribadi. Namun, untuk kebaikan Neymar dan tim secara keseluruhan, Enrique akhirnya memberikan izin.