Serangan Perancis – Para Pemain Tidur Di Stadion

pemain Perancis menolak untuk kembali ke rumah
Pemain Jerman tidak kembali ke hotel mereka

Presiden Perancis, Francois Hollande menghadiri pertandingan hari Jumat di Stade de France, tetapi meninggalkan lokasi sebelum menyatakan keadaan darurat.

Pemain Perancis, Lassana Diarra, yang sedang bermain di pertandingan, menegaskan pada hari Sabtu bahwa sepupu perempuannya merupakan salah satu korban. Pada akhir permainan, yang dimenangkan Perancis dengan skor 2-0, para pemain menonton berita mengenai kejadian yang tengah berlangsung pada monitor di dalam terowongan.

Para pemain Perancis menolak untuk kembali ke rumah mereka sebagai wujud solidaritas terhadap lawan mereka dari Jerman, yang dibawa ke bandara pada hari Sabtu dan tidak kembali ke hotel mereka. Mereka sebelumnya telah dievakuasi dari akomodasi mereka menyusul adanya ancaman bom. Mereka kemudian membatalkan penerbangan mereka ke Hannover pada hari Minggu, di mana mereka akan bermain melawan Belanda pada hari Selasa.

Noel le Graet, presiden Federasi Sepakbola Perancis, mengatakan organisasinya itu turut merasakan “kesedihan dari keluarga dan kerabat korban”. Sebuah konferensi pers yang rencananya akan diadakan pada hari Sabtu yang melibatkan tim nasional Perancis telah dibatalkan. “Kita semua shock,” kata pelatih kepala Jerman, Joachim Low. “Pertandingan dan gol sudah tidak lagi menjadi fokus utama di hari seperti ini. Kita semua di bangku merasa sedikit takut.”

Gelandang Newcastle, Moussa Sissoko, salah satu pemain pengganti Perancis, mengatakan: “Tidak ada kata-kata untuk mengekspresikan apa yang saya rasakan saat ini … Semua pikiran saya untuk keluarga semua korban dan teman-teman.” Mantan pemain timnas Perancis, Thierry Henry menambahkan: “Saya terkejut dengan adegan mengejutkan yang terjadi di Paris pada saat ini. Pikiran saya bersama dengan semua korban dan orang-orang yang tidak bersalah yang tengah menderita sekarang ini..” FA mengatakan: “Kami mengirimkan belasungkawa kami yang mendalam kepada para korban serangan Paris. Ini jelas merupakan masalah yang sangat serius dan tragis..”