Real Madrid Diprediksi Kesulitan Pertahankan Gelar La Liga, Ini Alasannya:

Real MadridJuara bertahan La Liga musim lalu, Real Madrid secara mengejutkan takluk dengan skor 2 – 1 dari tim asal Catalan, Girona, akhir pekan lalu. Ini merupakan pertama kalinya Los Blancos kalah dari tim yang baru dipromosikan sejak tahun 2008 silam.

Kekalahan tersebut juga membuat Real Madrid tidak beranjak dari posisi ketiga, membuntuti pemimpin klasemen Barcelona dengan selisih 8 poin. Selisih ini memang masih sangat mungkin dikejar, namun di La Liga persaingan keunggulannya sangat tinggi.

Hasil laga di kandang Girona seperti memutus semua prediksi. Sebelumnya, banyak pihak sudah menahbiskan Real Madrid sebagai salah satu tim terhebat sepanjang masa. Namun, sekarang mereka seperti akan mengulang nasib Real Madrid ketika ditangani Jose Mourinho musim 2012/2013.

Prestasi pelatih Zinedine Zidane yang mengantarkan Real Madrid memenangkan Liga Champions dua kali, sekarang dalam bahaya. Menurut mereka banyak manajer yang dipecat untuk pelanggaran yang jauh lebih sedikit ketimbang tertinggal delapan poin di bawah Barcelona.

Di Real Madrid, hal-hal seperti ini tidak bisa dimaafkan. Semua yang sudah dilakukan oleh Zinedine Zidane sebelumnya tidak akan berarti apa-apa jika dia tidak memperbaiki penampilan Real Madrid di La Liga. Lalu, apa saja yang menyebabkan usaha Madrid mempertahankan musim ini akan sulit:

Pemain Muda
Real Madrid
Hal pertama adalah bursa transfer musim panas. Real Madrid membawa beberapa talenta muda, seperti Marcos Llorente, gelandang bertahan yang lebih baik ketimbang Casemiro. Mereka juga sudah punya pemain-pemain hebat seperti Marco Asensio, bek kiri Theo Hernández, dan gelandang tengah Dani Ceballos. Jadi apa persoalannya?

Ternyata pemain muda itu sama sekali tidak memperoleh kesempatan bermain yang cukup. Tanpa senjata muda ini, sebenarnya El Real tampak lelah dan mudah ditebak. Hal yang ditakuti adalah para pemain muda ini, kemudian tidak betah di Real Madrid dan memutuskan untuk pindah, seperti Alvaro Morata.

Alvaro Morata mencetak 15 gol untuk Los Blancos musim lalu dan berstatus sebagai topskorer kedua. Morata merupakan sosok penting dalam memberikan gol ketika penyerang utama seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema sedang istirahat. Di bursa musim panas lalu, Real Madrid kemudian melepasnya ke Chelsea.

Stagnasi

Real Madrid tidak ada perubahan dalam hal taktik. Zinedine Zidane memulai karier manajerialnya dengan mengadopsi sistem 4-3-3 yang digunakan Carlo Ancelotti di Real Madrid. Namun, kadang-kadang mengubahnya lebih langsung ke 4-4-1-1 dengan Cristiano sebagai unjung tombak.

Perubahan besar terjadi ketika Real Madrid kehilangan Gareth Bale yang mengalami cedera. Zidane pun mulai memainkan Isco sebagai salah satu dari tiga pemain depan. Sekarang Isco bukanlah pemain sayap, dengan demikian sistem ini menjadi aneh 4-3-1-2.

Sistem ini nampak sempit dan El Real hanya memakai formasi itu ketika Isco bermain; Selama pertandingan Zidane kebanyakan kembali ke formasi 4-3-3. Namun sekarang Isco merupakan bagian dari tim pertama, jadi mereka bermain 4-3-1-2 hampir di setiap pertandingan.

Badai Cedera
Real Madrid
Absennya Carvajal hanyalah salah satu dari sekian banyak cedera yang dialami Los Blancos musim ini. Infeksi virusnya membuat dia tidak bisa bermain selama satu bulan. Mateo Kovacic telah melewatkan sebagian besar musim ini dengan patella yang pecah. Vallejo melewatkan waktu dengan luka otot. Keylor Navas juga harus absen karena masih dalam masa pemulihan.

Raphael Varane juga sedang tidak bisa bermain karena cedera juga. Dan kemudian ada sang bintang, Gareth Bale, yang sepertinya memang tidak pernah bisa benar-benar bugar. Los Blancos pun punya masalah untuk merotasi pemainnya. Masalahnya pemain-pemain yang menjadi pelapis juga sedang cedera.