PSSI Untung Besar Saat Datangkan MU Ke Jakarta

 

Jauh sebelum Chelsea, Liverpool dan Arsenal merasakan pertandingan di Gelora Bung Karno, Manchester United ternyata sudah lebih dulu bertanding di sana. Ketika itu, PSSI memang mengundang Ajax Amsterdam dan Manchester United untuk mengikuti sebuah turnamen yang diselenggrakan di Jakarta.

Manchester United saat itu bukanlah klub yang terkenal seperti sekarang ini. Nama mereka masih kalah jauh dibandingkan Liverpool. Tapi MU saat itu masih memiliki nama-nama tenar seperti kiper Alex Stepney, Sammy Mcilroy, Tony Grimshaw, stuart Pearson. Kedatangan klub rakasasa Inggris tentu saja membuat penggila bola kegirangan.

Dalam turnamen tersebut tim nasional kita pun turut serta. Waktu itu timnas ditangani oleh Wiel Coerver – pelatih legendaris asal Belanda. Secara mengejutkan di laga perdana Timnas Indonesia mampu menahan imbang Manchester United 0 – 0. Selang beberapa hari kemudian Manchester United bertanding lawan Ajax Amsterdam dan menelan kekalahan dengan skor 2 – 3.

Pada laga penentuan, Indonesia sebenarnya bisa memenangkan turnamen asal bisa mengalahkan Ajax Amsterdam, optimisme itu dilebih-lebihkan oleh masyarakat dan media, kehadiran sosok Wiel Coerver yang memupuk harapan itu. Sayang bukannya menang Indonesia malah digebuk Ajax dengan skor telak 4 – 1. Hasil ini membuat rakyat Indonesia kecewa.

Kekecewaan justru tidak dirasakan oleh PSSI. Mereka tidak peduli dengan kekalahan timnas, yang jelas mereka bisa mengeruk keuntungan hingga ratusan juta. Dalam kliping Koran Kompas edisi 5 Juni 1975 diperkirakan keuntungan PSSI mencapai 300 juta rupiah. Jumlah ini melampaui target semula yang hanya berkisar 200 juta.

Seorang pengurus PSSI menyebut bahwa keuntungan saat PSSI berhadapan dengan Manchester United mendapai 56 juta rupiah. Anehnya saat tim nasional tidak bertanding, keuntungan pertandingan Manchester United melawan Ajax mencapai 125 juta rupiah.

Sedangkan Ajax Amsterdam melawan Timnas mencapai 100 juta rupiah. Angka itu belum dijumlah dengan pertandingan Ajax Amterdam saat melawan PSMS Medan, Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya. Jika dijumlahkan, keuntungan PSSI mencapai 500 juta.

Tentu saja itu adalah nilai yang besar pada saat itu. Jika dibandingkan dengan saat ini, keuntungan yang diperoleh PSSI saat mendatangkan Ajax Amsterdam dan Manchester United lebih dari 50 Milyar. Wow sebuah angka yang besar bukan!

Tapi kembali lagi, namanya juga PSSI, diwakili oleh ketua II PSSI, Kamarudin Pangabean berkilah bahwa keuntungan yang mereka dapatkan akan dipergunakan untuk membangun fasilitas diklat sepakbola di Salatiga. Siapa yang percaya?