Pertahanan Portugal yang Bikin Santos Kecewa

Tunjukkan keunggulan serta lebih awal unggul 2 angka, Portugal malah ditundukkan Swedia. Dari sisi pertahanan, penampilan dari Portugal dianggap oleh pelatih Fernando Santos bikin kecewa.

Menjadi tuan rumah berhadapan dengan Swedia pada hari Rabu (29/3/2017) dinihari WIB di Estadio dos Barreiros dalam pertandingan persahabatan, Portugal pernah meraih keunggul lebih awal lewat 2 angka. Cristiano Ronaldo awali skor pada menit 18, disertai dengan angka bunuh diri Andreas Granqvist selang 16 menit kemudian.

Namun dilihat dari sisi pertahanan, sedari babak pertama Portugal telah perlihatkan sebuah tanda penurunan. Viktor Claesson pernah dapat 2 kesempatan terbuka pada babak pertama, tendangannya yang pertama ditahan Marafona sedangkan yang kedua melebar tipis sekali di atas mistar gawang milik Portugal.

Tak hanya itu, Christoffer Nyman pun keluar dari penjagaan saat menerima umpan silang Emil Krafth, walaupun sepakannya masih melambung. Tetapi pada babak kedua, Swedia membenahi penuntasan akhir yang mana Portugal tak berhasil menambah pertahanan mereka.

Angka pertama Claesson pada menit 57, para pemain bek Portugal tidak siap dalam membaca langkah dari para pemain Swedia. Hal yang sama pun berlangsung di angka kedua Claesson pada menit 76, ketika Nelson Semedo kurang cepat menutup jalan pemain gelandang Swedia itu.

Penampilan buruk dari sisi pertahanan Portugal dihiasi dengan angka bunuh diri yang dilakukan Joao Cancelo pada saat menit terakhir laga akan berakhir. Sebelumnya, 2 pemain Portugal, Semedo dan Ricardo Quaresma, tidak sigap dengan Niklas Hult yang berikan umpan silang tersentuh Cancelo dan malah masuk ke gawang sendiri.

Santos akui kalau Portugal tidak sungguh-sungguh bermain serius pada pertandingan ini.

“Pada babak pertama kami bermain oke. Namun soal pertahanan, kami tak pernah masuk dalam katagori cukup,” kata dia.

“Kami bikin beberapa peluang, cetak 2 angka, pertandingan dikuasai dengan apik, namun kami kalah. Cuma ada sedikit rasa tanggung jawab yang para pemain tunjukkan pada babak kedua.”

“Sejak awal saya tahu apa yang diinginkan tim. Saya bikin opsi dalam pilihan pemain, namun pada babak kedua ada tanggung jawab yang kecil dalam memilih seperti apa tim ini, sebuah tim yang mestinya lakukan pertahanan dan lakukan serang dengan bagus,” kata dia.