Performa Christian Pulisic Mengingkari Usianya

Christian Pulisic Borussia Dortmund, Christian Pulisic, Borussia Dortmund, Liga Jerman, Bundesliga
Christian Pulisic – Borussia Dortmund

 

Pada tanggal 18 September kemarin, Christian Pulisic telah memasuki usia ke  19, namun kematangannnya dalam bermain untuk Borussia Dortmund, sepertinya tak ada yang menyangka Ia masih sangat muda.

Pulisic merupakan pemain kelahiran Amerika, mengasah keahlian sepak bola di Brackley Town (Inggris) dan PA Classics (Amerika), namun Ia telah membuat lompatan karir saat berusia 16 tahun menuju Borussia Dortmund. Dalam setahun pertamanya di Jerman, ia telah membantu klub barunya memenangkan kejuaraan Under-17 dan Under-19 dan masuk ke starting XI Dormun di bawah pelatih Thomas Tuchel.

Kemajuannya berlanjut tanpa henti dengan kecepatan penuh, bahkan telah memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda terbanyak dalam sejarah Bundesliga, pencetak gol termuda untuk Amerika Serikat, pemain Amerika termuda untuk memenangkan trofi utama Eropa.

Namun bisa dibilang prestasi Pulisic yang terbesar adalah keberhasilan yang sangat awal, seperti seorang profesional berpengalaman yang perlahan berevolusi menjadi pemain top. Selain bakatnya, gelandang serang tersebut diberkati dengan tingkat kematangan yang menyangkal usianya masih 19 tahun.

Pada awalnya Ia cukup frustasi dimana manajernya tidak memilihnya untuk Piala Super menghadapi Bayern Munich dan meninggalkannya dari dua pertandingan kompetitif Dortmund, di liga menghadapi Mainz dan di DFB-Pokal menghadapi  Eintracht Trier.

Namun ia cukup banyak mendapatkan kesempatan terutama di paruh kedua kampanye musim lalu. Pulisic mulai sering diturunkan setelah mengatasi hambatan awal untuk bermain dengan bebas dalam sesi latihan.

“Keyakinan yang mengalir setelah sering dimainkan sangat penting untuk bertahan di level tinggi dalam kompetisi ini,” katanya kepada ESPN FC saat itu. “Tanpa rasa percaya diri, tidak ada bakat yang bisa berkembang. Saat Anda hanya merasa diri Anda sebagai pemain elit, Anda biasanya dalam masalah.”

Liverpool hampir memanfaatkan momen ketidakpastian di Dormtund dengan tawaran yang menggoda, namun Dortmund menolak semua upaya untuk melakukan negosiasi untuk transfer. Pulisic tak mempedulikan hal tersebut dan melanjutkannya  dengan segala hal, tampil dengan kekuatan dan ketepatan seperti di tingkat tertinggi, termasuk Liga Champions, dimana saat itu Tuchel tidak punya banyak pilihan selain memainkannya sebagai starter reguler.

Pulisic menjadi pemain yang paling langka, pemain muda yang mampu menggabungkan rasa tak kenal takut yang alami ditambah kecerdasan superlatif. Tidak ada pemain yang mendapat manfaat lebih dari instruksi manajer barunya, bahkan striker Pierre-Emerick Aubameyang, pencetak gol terbanyak Bundesliga.

Bersama ayahnya, Mark Pulisic, pemain internasional A.S, Ia memilih untuk memperpanjang kontraknya dengan raksasa Bundesliga pada bulan Januari lalu. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Pulisic tidak menginginkan uang besar dikantongnya dengan langkah cepat menuju Inggris dan lebih memilih untuk mengambil pandangan jangka panjang, dimana Borussia telah menawarkan lingkungan yang sempurna untuk tumbuh bagi pemain cerdas yang menyadari pentingnya waktu permainan di atas segalanya.

Musim ini, di bawah asuhan manajer baru Peter Bosz, Pulisic terus bermain brilian, dapat diandalkan tanpa Andre Schurrrle, kapten mereka (Marco Reus) yang cedera, dan juga Ousmane Dembele yang baru saja dijual ke Barcelona.