Pembelian AC Milan Tertunda Lagi

AC Milan Proses takeover AC Milan sampai sekarang belum juga selesai. Dalam pertemuan terakhir yang berlangsung di hari Jumat (3 Maret 2017) waktu setempat, ternyata belum juga dicapai kesepakatan, persoalan dana menjadi kendalanya.

Pada awalnya pindah tangan Milan dari Fininvest (holding company milik Silvio Berlusconi) ke Sino-Europe Sports (konsorsium asal China) dijadwalkan akan selesai pada Desember 2016 lalu. Namun ketika itu kedua pihak bersepakat untuk menunda selama tiga bulan.

Pada pertemuan terakhir yang dilangsungkan Jumat (3 Maret 2017) siang waktu setempat, finalisasi perpindahan tangan Rossoneri ternyata belum juga selesai. Kabarnya, Sino-Europe Sports masih perlu waktu untuk mencari dana demi melunasi pembayaran.

Dalam pernyataannya setelah pertemuan, melalui perwakilannya, pihak Sino-Europe Sports membantah kabar yang menyebut mereka batal membeli AC Milan karena mundurnya beberapa anggota konsorsium, sebaliknya mereka menegaskan bahwa mereka masih berkomitmen melanjutkan pembelian Il Rossonerri.

“Ada hal-hal dari Sino-Europe Sports yang membuat kontrak belum menemui kata sepakat, jadi proses penyelesaiannya tidak akan bisa terjadi hari ini seperti yang sudah kami rencanakan sebelumnya,” ujat Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani.

Sino-Europe Sports menghargai AC Milan sebesar 640 juta poundsterling, atau setara dengan Rp 10,485 triliun. Mereka disebutkan sudah membayar uang muka sebagai tanda jadi kesepakatan sebesar Rp 2,8 triliun.

Giuseppe Scala, yang masih memiliki saham AC Milan beberapa persen, menuduh pihak Fininvest tidak transparan dalam proses penjualan klub. Mereka menuntut Finivest untuk terbuka dalam proses jual beli ini.