Pelatih Memaklumi Jika Supporter Barcelona Marah Dengan Hasil Liga Champions

Pelatih Barcelona saat ini yaitu Luis Enrique, sempat mengatakan bahwa para supporter timnya layak marah dan berhak akan hal tersebut kepada timnya. Pasalnya dalam dalam pertandingan terakhir khususnya di kompetisi Liga Champions, pasukannya tak mampu menampilkan performa yang maksimal bahkan selalu tunduk di leg pertama dari babak perdelapan final.

Sebelumnya timnya takluk terhadap jawara musim lalu di Liga Prancis di leg pertama dengan skor yang sangat mencemaskan yaitu 4-0. Hal ini berarti Barcelona harus mencetak angka sebanyak 5 kali tanpa gol atau membuat total skor mereka unggul minimal satu angka di leg kedua. Untungnya mereka mampu melakukan hal tersebut dan menghasilkan skor 6-1 sehingga mereka mampu lolos kebebak selanjutnya.

Namun sayangnya di babak perempat final, kejadian yang serupa dialami lagi oleh Barcelona. Kali ini saat mereka menghadapi jawara msuim lalu liga Italia, Juventus. Mereka depermalukan lagi saat mengunjungi lawannya dan kali ini skornya adalah 3-0. Hal ini juga tentu membuat khawatir para manajemen, dan juga para pendukung mereka. Pasalnya dengan pasukan sekuat Juventus, membuat mereka kembali lagi terancam tak akan lolos kebabak berikutnya di Liga Champions.

Sang pelatih pun pada dasarnya mencoba mengabil alih tanggung jawab yang ada pada pasukannya. Namun Ia juga meminta untuk para pendukungnya untuk tetap mendukung para pemain Bacelona terutama pada leg kedua yang akan diadakan pada tanggal 20 April mendatang.

Seperti yang diungkap oleh Goal International, Ia pun mengatakan “Jelas hal ini adalah tanggung jawab saya. Ini adalah kesalahan saya. Saya marah saat target kami tak tercapai. Tanggung jawab maksimal dari kekalahan selalu ada di pundak pelatih. Dan adalah normal jika para pendukung kami marah dan kesal dengan kejadian tersebut. Meskipun begitu, saya ingin menyarankan mereka untuk tetap mendukung Barcelona hingga musim ini berkahir. Saya juga mengerti bahwa hal ini akan menjadi situasi yang sulit untuk para pemain, namun mereka harusnya tetap terus mendapat dukungan.”

Ia pun menambahkan “Ini bukanlah momen terburuk saya. Saya pun sudah menjalani tahun yang intens, tidak ada bedanya ketika saya menang. Saya sudah terbiasa dengan semuanya.”.

Setelah menghadapi Juventus di Champions League, maka empat hari kemudian mereka akan menghadapi rival abadi mereka di La Liga yaitu Real Madrid. Dan hal ini akan menjadi pekan yang sulit bagi mereka.