Pelatih Interim Real Betis Ingin Dongkrak Harga Diri Pemainnya

Setelah mengganti Victor Sanchez del Amo dengan Alexis Trujillo sebagai pelatih interim mereka , Real Betis akan menghadapi Atletico Madrid pada hari Senin mendatang, Trujillo pun mereka mengakui bahwa timnya membutuhkan dorongan moral untuk dapat tetap mempertahankan mereka agar tetap berada di kompetisi La Liga pada musim depan.

Memang pada tanggal 15 Mei 2017 pukul 01.00 WIB mendatang,  Los Verdiblancos akan menjamu peringkat ketiga klasemen di Estadio Benito Villamarín. Hal ini tentu akan menyulitkan mereka untuk meraih poin penuh terutama di dua pertandingan tersisa untuk musim ini.

Belum lagi mengingat dalam tiga pertandingan terakhir, mereka telah kebobolan sepuluh gol. selain itu mereka pun selalu gagal memenangkan pertandingan sejak laga tandang mereka menghadapi Celta Vigo pada tangga 27 April lalu . Tentunya harga diri pemain akan semakin terpuruk.

Pelatih Interim itu pun menegaskan bahwa timnya harus bangkit lagi dan memulai dari sini. Ia mengatakan, “Apa yang ingin saya pulihkan pertama kali adalah harga diri para pemain. Tidak ada yang suka dikalahkan oleh empat gol (tanpa balas) dan pertandingan tersebut juga merusak citra klub.”.

Sepertinya hal tersebut akan mereka maklumi jika harus bertanding menghadapi klub papapn atas, namun saat itu mereka ditundukkan oleh peringkat dibawah mereka dan hal itulah yang membuat sang pelatih harus memulai strategi dari dalam pemain.

Trujillo, yang merupakan mantan kapten Betis tersebut mengakui bahwa pertandingan melawan Los Rojiblancos akan menjadi pertemuan yang sulit bagi para pemainnya, namun ia menegaskan bahwa lawannya memiliki  apa yang mereka perlukan setelah melihat hasil di semi finalis Liga Champions yang hilang dalam genggaman mereka.

Ia mengatakan”[Atletico] merupakan tim yang menunjukkan potensi besar selama beberapa tahun belakangan. Mereka adalah saingan yang sudah memiliki motivasi dan kita akan menghadapi intensitas tertingginya.”

Ia menambahkan, “Jika kita menganggap permainan tersebut rumit, maka kita akan mempermudahnya.Dan para Pemain tahu bahwa mereka mampu memainkan pertandingan yang bagus dan itulah yang saya ingin mereka lakukan.”

Akhirnya, manajer berusia 51 tahun tersebut mengakui bahwa ia tidak mengharapkan saingan rendah semangat, setelah tim Diego Simeone gagal mencapai final Eropa.

“Saya tidak berpikir Atletico tertekan oleh eliminasi Liga Champions,” katanya “[Diego Simeone] telah menunjukkan sebagai pemain dan [sekarang] sebagai pelatih, betapa hebatnya profesinya.”.