Pecat Ranieri, Leicester Tak Tahu Terima Kasih

claudio ranieri

Leicester City pada akhirnya mendepak Claudio Ranieri atas serangkaian hasil minor sepanjang musim ini. Dikarenakan hal tersebut sepakbola dianggap sudah tidak lagi mengenal rasa terima kasih.

Di pentas Premier League musim ini, Leicester kembali dihadapkan paca ancaman turun divisi. The Foxes berada di peringkat 17 klasemen dengan koleksi 21 angka atau satu poin di atas Hull City yang menempati zona merah.

Pada 25 laga Premier League, Leicester baru meraih lima kemenangan. Petinggi klub yang geram atas catatan The Foxes akhirnya mendepak pelatih berjuluk Thinkerman itu.

Ranieri adalah pelatih yang berjasa ketika Si Rubah jadi kampiun liga musim lalu. Ia memutar balik seluruh prediksi bursa taruhan dengan koefisien 5000-1.

Hampir setahun berselang, Ranieri lantas didepak. Allenatore AS Roma, Luciano Spalletti, ikut mengungapkan rasa simpati pada koleganya sampai mengatakan jika rasa terima kasih dalam sepakbola sudah tak ada.

“Tidak ada rasa terima kasih terhadap Ranieri, ia adalah orang yang menciptakan klub itu dan ikatan emosionalnya, telah menghasilkan kemenangan gelar juara di musim lalu,” kata Spalletti seperti dilansir oleh Soccerway.

“Ketika anda menjuarai musim dengan cara tersebut, apabila anda bersikap logis (soal klub) maka anda juga harus menerima segala peluang yang akan terjadi. Di antara dua hal (gelar juara dan degradasi), hubungan itu jauh berbeda menjadi juara menjadi lebih penting dalam hal segala perasaan bangga dan hasil akhirnya.”

“Saya ikutĀ  bersimpati kepada Ranieri, mempertimbangkan dia tinggal di kota kami (Roma), harusnya dia punya keinginan keinginan dan mengunjungi kami, kami bakal gembira bisa menjumpainya, makadia bisa membagikan kepada kami pengalaman yang ia miliki,” imbuhnya.