Payet Bicara Soal Kepergiannya Dari West Ham

dimitri payet

Dimitri Payet membeberkan alasannya hengkang dari West Ham United. Permainan bertahan dai The Hammers dinilai tak cocok dengan Payet.

Beberapa waktu setelah Payet terpilih sebagai pemain terbaik West Ham musim lalu melalui cetakan 12 gol dari 38 pertandingan di berbagai ajang.

Drinya pun jadi pujaan baru klub asal London itu dan dielu-elukan para suporter. Akan tetapi performa Payet kemudian menukik di paruh pertama musim karena cuma mampu mendulang tiga gol dari 22 penampilan.

Klimaksnya kala gelandang internasional Prancis tersebut meminta masuk dalam daftar jual klub pada jendela transfer musim dingin kemarin yang membuatnya jadi sasaran amuk fans serta rekan satu tim.

Payet lantas ditepikan dari skuat hingga akhirnya mewujudkan kepulangannya ke Olympique Marseille, klub yang ia tinggalkan di musim panas 2015.

Tak pelak label pengkhianat plus mata duitan langsung tersemat dalam tubuh, meski begitu dirinya tidak peduli dengan itu lantaran menganggap gaya main Slaven Bilic tak cocok dengannya.

“Gaya bermain kami, sistem pertahanan yang kami pakai betul-betul tak cocok dengan saya,” ujar Payet kepada L’Equipe.

“Anda bis amengatakan bila saya sudah merasa bosan. Saya menjalin pembicaraan dengan Marseille terutama dengan manajer Rudi Garcia, dimana saya amat kenal dengan filosofinya,” sambungnya.

“Saya memberi keputusan langsung. Syaa bakal kehilangan enam bulan apabila harus menunggu lebih lama.”

“Saat West Ham bermain melawan Hull, kami menang 1-0 dan ada empat peluang mereka yang membentur tiang. Semua orang gembira di ruang ganti, namun man of the match malam itu adalah tiang gawang.”

“Saya merasa saya tak bisa berkembang di klub ini. Sedangkan saya justru menyesalinya. Saya membutuhkan tantangan lain,” tutup Payet.