Neymar Sebut Seni Sepakbola Ronaldinho Tak Ada Bandingannya

Ronaldinho sudah putuskan untuk gantung sepatu dari dunia sepakbola. Neymar menganggap kalau Ronaldinho sudah tinggalkan seni sepakbola yang sangat besar.

Keputusan yang sudah diambil Ronaldinho untuk gantung sepatu diumumkan oleh sang kakak serta agen dari Ronaldinho, Roberto Assis, usai telah lama tidak punya klub. Ronaldinho terakhir kali bermain di pertandingan kompetitif bersama Fluminense dan telah tak pernah tampil kembali sedari bulan September 2015.

Nama Ronaldinho menanjak ketika bergabung dengan Barcelona pada tahun 2003. Bersama Blaugrana ia sukses menangkan trofi bergengsi seperti La Liga dan Liga Champions. Ia pun dinobatkan sebagai pemain paling oke di dunia versi FIFA pada tahun 2004 dan 2005, serta menangi Ballon d’Or pada tahun 2005.

Banyak aksinya di lapangan hijau bikin dirinya dinilai salah satu seniman sepakbola paling oke. Ronaldinho amat lihai lewat mengolah bola, yang tunjukkan kalau jiwa Joga Bonito khas Brasil hidup dalam dirinya. Maka, tidak jarang aksi-aksi dan cetak angka indah serta ajaib ia cetak.

Salah satu cetak angkanya yang amat fenomenal berlangsung di ajang Piala Dunia 2002. Ia sukses ciptakan angka sepakan bebas ke gawang Inggris dari sisi kanan lapangan. Bola yang ia arahkan ke tiang jauh menukik melewati David Seaman. Di tahun tersebut juga Brasil keluar menjadi juara dengan tundukkan Jerman dengan skor 2-0 pada babak final. Selain itu ada pula golnya ke gawang Chelsea, di mana ia lepas sepakan tak terduga dari depan kotak penalti, tanpa ancang-ancang kecuali cuma sebuah ‘tarian’ kecil untuk membuat para pemain lawan terkecoh.

Permainannya menjadi inspirasi banyak pemain sepakbola, termasuk Neymar. Pemain Paris Saint-Germain tersebut pun dikenal amat mahir dalam mengolah bola, yang sering menantang dirinya pecah pertahanan lawan dengan kebolehan tekniknya.

Neymar, yang sekarang ini menyandang sebagai pemain paling mahal di dunia pun berikan penghormatan pada kompatriotnya. Ia merasa bersyukur telah sempat berada di generasi Ronaldinho dan menganggap warisan seni sepakbola pria yang berumur 37 tahun tersebut tidak akan pernah hilang.

“Sungguh menjadi sebuah kehormatan dapat jadi bagian dari sejarah Anda. Saya bakal terus mengingat rasa semangat Anda di lapangan. Anda sudah tinggalkan warisan yang nyaris tak akan penah kalah dalam seni sepakbola. Terima kasih atas semua yang sudah Anda lakukan untuk para pecinta sepakbola,” tulis Neymar pada akun Instagram pribadi miliknya.

Walau berumur 12 tahun lebih mudah dari Ronaldinho, Neymar sempat ada satu tim dengan Ronaldinho di tim nasional Brasil pada tahun 2011, ketika berhadapan dengan Ghana di pertandingan persahabatan. Tidak cuma itu, keduanya sempat jadi lawan ketika tampil di Campeonato Brasileiro Serie A dari 2011 hingga 2013. Pada waktu tersebut, Neymar berseragam Santos, sementara Ronaldinho bermain bersama Flamengo dan Atletico Mineiro.