Nasib Baik Belum Berpihak Pada Madrid

Real MadridBelum pernah sebelumnya Real Madrid menjalani separuh musim La Liga dengan poin sekecil ini. Bahkan, Rafael Benitez punya statistik yang lebih baik baik ketika akhirnya dipecat dua tahun silam.

Menjamu Villarreal di Santiago Bernabeu, Sabtu (13 Januari 2017) malam WIB, Real Madrid dipaksa menelan kekalahan keempatnya di La Liga musim ini. El Real kalah dengan skor tipis 0 – 1 setelah kemasukan gol di menit ke 87.

Ini merupakan kekalahan kedua yang dialami oleh El Real secara berturut-turut, setelah pada Natal lalu mereka dipermalukan Barcelona dengan skor 0 – 3, juga di Santiago Bernabeu. Marca mencatat kalau ini adalah kali pertama sejak musim 2008/2009 Madrid menderita dua kekalahan kandang berturut-turut. Fakta lain yang tak kalah menyesakkan, kini Madrid sudah tiga pertandingan berturut-turut gagal menang di La Liga (sekali imbang, dua kali kalah).

Dengan jumlah pertandingan sama, Los Galacticos kini tertinggal 16 poin dari Barcelona yang bertengger di puncak klasemen. Angka itu akan melebar menjadi 19 poin andai Barcelona bisa meraih kemenangan dalam lawatan ke Real Sociedad, malam nanti.

Jika itu terjadi, maka Madrid akan mencatat sejarah buruk lainnya. Soalnya sepanjang sejarah La Liga, belum pernah mereka tertinggal sampai 19 poin di paruh pertama musim. Rekor terburuk Madrid sebelumnya adalah ketika masih ditangani oleh Jose Mourinho, di mana pada musim 2012/2013 mereka tercecer 18 poin dari Barca di posisi teratas.

Bahkan jika Los Galacticos berhasil memenangkan seluruh pertandingan di peruh kedua musim ini, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawannya tidak akan bisa menyamai poin yang mereka peroleh di musim lalu yang sebanyak 93 poin.

Jika Zinedine Zidane tidak melakukan perubahan, ada kemungkinan Real Madrid akan semakin terpuruk. Penyegaran dengan melakukan pembelian pemain mungkin perlu dilakukan, tapi beberapa hari lalu Zizou malah menyatakan dia tidak akan beraktifitas di bursa transfer.

Dengan skuat yang hampir sama dengan musim lalu, apa yang dialami oleh El Real musim ini bisa disebut sebagai kejutan. Memenangkan lima trofi di sepanjang 2017, Los Merengues terlihat akan menjadi penguasa sepakbola Eropa hingga beberapa musim.

Serangkaian hasil buruk tersebut di atas akan berujung pada nasib Zidane di kursi pelatih. Pria berkebangsaan Prancis itu sudah menyatakan khawatir dan mengaku kalau posisinya sebagai bos di Santiago Bernabeu sedang tidak aman.