Mueller Sebut PSG Digembor Berlebihan

Bayern Munich tundukkan Paris St. Germain dengan skor 3-1 pada pertandingan grup terakhir ajang Liga Champions. Pemain penyerang Bayern Thomas Mueller merasa kalau PSG amat digembar-gemborkan.

Lewat laga yang berlangsung pada hari Rabu (6/12/2017) dinihari WIB di Allianz Arena, hasil oke saat berhadapan dengan Die Roten ditentukan oleh 2 angka yang masing-masing diciptakan oleh Corentin Tolisso dan Robert Lewandowski. 1 angka balasan PSG diciptakan oleh Kylian Mbappe.

Hasil oke itu tandakan kalau Bayern berhasil lakukan balas dendam pada PSG setelah tunduk dengan skor 0-3 di Parc des Princes. Sekalipun, Bayern harus relakan status juara Grup B diambil oleh PSG sebab mereka unggul lewat head to head.

PSG memang tengah terima sorotan besar usai lakukan belanja yang amat mahal pada musim panas dengan merekrut Neymar dan Mbappe. Les Parisiens dipercaya bakal jadi kekuatan baru di Eropa yang dapat saingi para klub besar seperti Barcelona, Real Madrid, dan Bayern.

Prediksi makin luar biasa usai PSG berhasil hempaskan Bayern di Parc des Princes. “Ketika kami tunduk di Paris, laga sepak pojok sekitar 18-1, namun walaupun begitu semua orang seperti rasakan kalau Paris sedang menikmati ramuan ajaib,” kata Mueller.

“Tentu, mereka punya para pemain penyerang yang oke, namun Anda (media) mestinya tak terlena dengan terlalu besar-besarkan beberapa tim seperti itu.”

“Kami saat ini menangkan laga dengan skor 3-1. Tentu saja, Paris punya sejumlah kesempatan oke namun Anda tak punya kesan kalau kami raih sebuah tim superior. Kami masih saja FC Bayern.”

Mueller soroti hasil kerja wasit Turki Cuneyt Cakir, yang keluarkan 4 kartu kuning untuk Bayern ketika berhadapan dengan PSG. Menurut Mueller, wasit lindungi PSG sebab gembar-gembor media.

“Wasit telah tentu membaca sejumlah berita. Kadang saya merasa saya seperti tampil di markas Paris — cara ia lindungi mereka,” sembur pemain internasional Jerman tersebut.