Media Catalan Kambing Hitamkan Madrid Atas Kegagalan Barca Rekrut Paulinho

Barcelona menjadi klub Spanyol yang tak banyak melakukan pergerakan pada bursa transfer musim panas kali ini. Yang terjadi sekarang bisa dikatakan sangat merugikan mereka sebagaimana keinginan untuk membeli satu gelandang susah sekali terwujud karena terus mendapat penolakan.

Pada dasarnya Barca telah menunjukan ketertarikan besar kepada sosok gelandang bertahan Paris Saint Germain, Marco Verratti. Akan tetapi pihak klub pemilik sang pemain secara tegas menolak adanya penawaran dari klub lain. Ditambahkan jika penolakan itu juga didukung oleh Qatar yang secara de facto adalah pemilik PSG.

Dan siapa sangka, alih-alih untuk mencari sosok lain jatuh kepada Paulinho, gelandang timnas Brasil yang bermain bagi Guangzhou Evergrande. Namun sayang, untuk kesekian kalinya, pihak klub menolak penawaran yang masuk dari Barca.

Dilain sisi, Barca juga sempat bertarung bebas untuk bisa mendapatkan servis Dani Ceballos, tapi mereka kalah dari Real Madrid. Dan sampai akhirnya datang oponi aneh ketika media Catalan mulai menyalahkan Madrid atas kegagalan Barca merayu Guangzhou untuk melepas Paulinho.

Berdasarkan sumber terdekat menjelaskan bahwa sosok Florentino Perez, Presiden Real Madrid berada di balik kegagalan Barca. Perez dituduh menghubungi Presiden Guangzhou, Xu Jiayin agar menolak tawaran Barca sebagaimana Perez dan Zu Jiayin memang saling mengenal dan memiliki hubungan yang sangat baik.

Hubungan yang terjadi sejak 2013 telah menjadikan Perez dan Zu Jiayin semakin lekat setelah mereka mencapai kesepakatan untuk membangun akademi sepakbola di Tiongkok, termasuk membangun 50 lapangan sepakbola. Adapun kerja sama ini berbuah manis, diketahui jika akademi itu melatih 2.500 anak-anak setiap harinya. Biaya pembangunan ditanggung oleh perusahaan Zu Jiayin sementara Madrid menyediakan sumber daya manusia untuk akademi itu, termasuk pelatih dan pendidikan pelatih.

Melihat apa yang sudah dikeluarkan media Catalan tersebut, maka sejumlah ahli menyatakan tuduhan itu tak mendasar. Pasalnya, Guangzhou tidak membutuhkan uang transfer Paulinho. Jika pun mereka ingin menjual sang gelandang, akan lebih menguntungkan jika mereka menjualnya ke sesama tim Tiongkok.

Bisa dibuktikan ketika Guangzhou sudah menjual Elkeson sebesar 20 juta euro ke Shanghai SIPG, disini keuntungan didapat oleh pihak Guangzhou. Kini bisa diartikan jika harga paulinho jelas akan lebih mahal dari itu.

Selanjutnya alasan lain datang bahwa Guangzhou masih berada ditengah musim Chinese Super League. Mereka memimpin klasemen dengan keunggulan tipis satu poin dari Shanghai SIPG. Lantas jika mereka ingin mendapatkan hasil positif sampai akhir musim, maka jalan terbaik adalah mempertahankan semua pemain yang ada sekarang.