Mats Hummels Tak Inginkan Pelatih Muda Hoffenheim Melatih Bayern Dimusim Depan

Julian Nagelsmann, Bayern Munich, Mats Hummels, Hoffenheim
Julian Nagelsmann to Bayern Munich?

 

Belum lama ini pemain bertahan Bayern Munich yaitu Mats Hummels menyingkirkan prospek Julian Nagelsmann untuk menjadi pelatih Bayern Munich berikutnya. Walaupun mampu mengasuh klub papan atas liga tertinggi Jerman bahkan masuk ke lima besar saat ini, usianya yang sangat muda, cukup mengganggunya.

Memang jawara Bundesliga musim lalu, saat ini sedang mencari pelatih baru untuk mengambil alih kursi kepelatihan pada yang saat ini diisi sementara oleh Jupp Heynckes. Hal ini dikarenakan pelatih lama mereka dimusim ini, yaitu Carlo Ancelotti diberhentikan oleh klub karena membawa awal yang kurang memuaskan untuk klub, bertengger diperingkat ketiga klasmenen Bundesliga, dan sempat kalah oleh PSG di Liga Champions. Ditambah dengan situasi yang tak kondusif di ruang ganti, akhirnya Ia dicopot dari jabatannya, akhir September lalu.

Sejak saat itu, Heynckes yang pernah sebelumnya membawa Bayern menjuarai tiga kompetisi dalam satu musim, telah mengambil alih sementara kekosongan tersebut hingga Bayern menemukan pengganti Ancelotti dimusim depan.

Sejak diasuh oleh pelatih berusia 72 tahun itu, Bayern telah  memenangkan semua tujuh permainannya dilintas kompetisi bahkan membawa kembali raksasa sepakbola Jerman tersebut ke puncak klasemen Bundesliga dan lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Namun yang masih menjadi pertanyaan, siapakah yang mampu menggantikannya di akhir musim?

Nama Nagelsmann kemudian terus dikaitkan dengan Bayern setelah Ia mampu memimpin Hoffenheim bertengger ke peringkat empat klasmen Bundesliga musim lalu.

Namun Nagelsmann yang baru berusia 30 tahun. Dan saat ditanyakan oleh media ‘Bild am Sonntag’ tentang kemungkinannya mengambil alih Bayern, pemain bek Bayern yaitu Hummels menjawab mengatakan,  “Saya tercabik (tak percaya) karena dia baru dua tahun lebih tua dari saya, tapi saya rasa itu tidak mungkin (hal itu terjad).”.

“Tren saat ini mengarah ke taktis yang berubah-rubah memainkan empat atau lima sistem, tapi jika sekarang Anda melihat Jupp Heynckes, yang hanya menuntut dan ingin hanya melihat satu hal ini – itu bisa berhasil seperti itu. “. tambahnya.

“Ada beberapa pendekatan yang berbeda, (salah satunya) saya benar-benar penggemar pelatih yang berbicara bahasa Jerman (dimana Carlo Ancelotti bukan salah satunya).”.

Ditanya tentang rahasia di balik kesuksesan Heynckes, Hummels menjawab: “Disiplin. Struktur yang jelas bagus untuk para pemain, dan dia pasti membawa semangat tim baru. Dia juga mengatakan kepada saya hal-hal yang sangat langsung, apa yang dia minta, apa yang dia harapkan dari saya.”.