Mateo Kovacic Sebagai Bidikan Ke-4 MU

Jose Mourinho diberitakan tertarik menghadirkan Mateo Kovacic selaku pesepak bola Real Madrid menuju The Red Devils (Manchester United). Kovacic menjadi target bidikan ke-4 pelatih klub Setan Merah ini pada jendela transfer usai Ivan Perisic, Alvaro Morata, James Rodriguez dan Nemanja Matic.

Disampaikan dari salah satu situs, pada hari Sabtu, tanggal 1 Juli 2017 siang, Manchetser United sebenarnya mengutamakan transfer Morata menuju Old Trafford. Pesepak bola tim nasional Spanyol tersebut disebut-sebut sebagai sosok pengganti dari Zlatan Ibrahimovic di musim depan.

Real Madrid telah meminta biaya sebesar 70.000.000 pound Sterling atau setara dengan 1,2 triliun, namun Manchester United meminta supaya nilainya turun di bawah 60.000.000 pound Sterling atau setara dengan 1,05 triliun rupiah. Begitu proses Morata kelar, Mou dapat konsentrasi ke James yang keihatannya memilih Setan Merah bukanya PSG (Paris Saint Germain) atau Chelsea.

Salah satu media setempat mengabarkan bahwa pelatih yang mendapat julukan The Special One ini Jose Mourinho) eberikan 1 nama lagi pada pihak manajemen klub, yaitu Kovacic. Dirinya mau menawarkan pesepak bola yang kini berumur 23 tahun  tersebut dengan honor 2 kali lipat lebih besar supaya sang pesepak bola tergiur angkat kaki dari Bernabeu.

Akan tetapi satu-satunya kendala terletak pada Zinedine Zidane selaku Manager Real Madrid yang diberitakan tidak tertarik melepas Kovacic. Nikky Vuksan selaku agen sepak bola pun sempat menyampaikan bahwasannya kliennya tak mempunyai niat untuk keluar Spanyol dalam waktu dekat.

Walau cuma bermain Sembilan belas kali sebagai pemain depan pada kompetisi La Liga, Kovacic sanggup mencatatkan 1 gol dan 3 upaya. Dirinya menyokong Real Madrid meraih title dalam negri dan Liga Champions ke dua belas.

Kovacic direkrut Real Madrid pada bulan Agustus 2015 dari Inter Milan dengan biaya sebesar 31.000.000 euro atau setara dengan 471 milyar rupiah. Di musim perdananya dirinya ikut merasakan title Liga Champions ke sebelas di bawah arahan Zidane yang ketika itu masih berpredikat penjaga.