Maradona Dituding Lecehkan Jurnalis Seksi

Seorang jurnalis kenamaan Rusia menyebut dirinya sudah dilecehkan oleh legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona. Jurnalis wanita bernama Ekaterina Nadolskaya itu melaporkan Maradona ke Russian Investigative Committe (FBI-nya Rusia) lantaran mengaku nyaris ditelanjangi oleh sang legenda.

Awalnya Nadolskaya berniat mewawancarai Maradona yang kebetulan tengah berada di Rusia, tepatnya di kota St Petersburg guna menyaksikan Piala Konfederasi. Maradona mau diwawancarai oleh Nadolskaya asal wawancara tersebut digelar di kamar hotel Maradona.

“Saya ingin melakukan wawancara dengan Maradona dan ia mengundang saya ke kamarnya. Dia menutup pintu, kemudian mulai menjawab pertanyaan saya namun setelah itu mulai melecehkan saya. Dia coba melepaskan seluruh pakaian saya dan berhenti Saat saya tinggal memakai pakaian dalam saja,” cetus Nadolskaya kepada koran Komsomolskaya Pravda.

Nadolskaya sendiri saat ini bekerja untuk sm.news.ru. Ia juga menjelaskan hampir menelepon polisi. Akan tetapi eks pemain Napoli itu lebih gesit dengan memanggil pihak keamanan hotel.

“Saya takut dan mengancam bakal melaporkan kelakuannya ke polisi. Kemudian dia justru memanggil keamanan hotel. Tiga orang menyeret saya keluar pintu hotel dan barang-barang saya masih adai di kamar hotel. Telepon genggam saya disita dan baru dikembalikan tiga jam setelahnya. Tidak hanya itu, asisten Maradona melempar uang 500 dolar kepada saya,” imbuhnya. Nadolskaya juga harus menunggu di lobi hotel cuma mengenakan pakaian dalam.

Akan tetapi pihak Maradona memberi pernyataan yang berbanding terbalik. Mereka menuduh Nadolskaya memiliki niatan buruk dengan menjebak Maradona.

“Wanita itu mendatangi kamar Maradona dan menanggalkan seluruh pakaiannya. Maradona tak suka dengan hal tersebut dan meminta dia pergi,” terang orang dekat Maradona seperti dikutip The Mirror.

Sampai detik ini pihak berwenang belum memberi pnejelasan. Russian Investigative Committe dan juga Kepolisian Rusia masih tidak ingin angkat bicara. Vitaly Mutko, Wakil Perdana Menteri dan mantan Menteri Olahraga Rusia meminta semua pihak agar tidak terprovokasi.