Luciano Spalletti Diyakini Cocok Menjadi Pelatih Inter Milan

Eks Chairman Inter Milan, Massimo Moratti, menyebut Luciano Spalletti sebagai opsi yang tepat untuk ditunjuk sebagai pelatih Inter. Pasalnya, ia yakin kalau Spalletti mampu mengantarkan Nerazzurri berival di deretan atas ataupun menyaingi Juventus.

Spalletti belakangan ini gencar dihubung-hubungkan sebagai calon pelatih Inter, apalagi kontraknya dengan AS Roma akan segera tuntas di akhir musim ini. Sejauh ini, pihak Roma belum memperlihatkan indikasi akan memberikan kontrak baru untuk peracik taktik berkepala plontos itu.

Di sisi lain, Inter Milan sekarang ini tengah sibuk mencari sosok manajer yang tepat untuk berival di musim depan. Sebelumnya mereka sempat merekrut dan memecat sejumlah pelatih, yang terbaru yakni Stefano Pioli yang diberhentikan lantaran rangkaian hasil buruk. Pioli sendiri sejatinya adalah manajer yang menggantikan Frank de Boer usai diberhentikan di awal musim ini.

Melihat situasi Spalleti di AS Roma yang belum adanya negosiasi terkait kontrak baru, bukan tak mungkin Spalletti hengkang dan melatih di klub lain.

Disebabkan itulah, Moratti pun yakin kalau Luciano Spalletti adalah pelatih yang tepat dan optimis kalau dia mampu membangkitkan Inter dari keterpurukan, serta bisa berival di deretan atas liga Italia musim depan. Apalagi kalau bisa mendapat dukungan penuh dari pihak klub.

“Saya pikir ia bakal menjadi sosok manajer yang tepat. Dia merupakan sosok peracik taktik yang cerdas serta memililki banyak pengalaman di luar negeri,” ungkap Moratti di salah satu media.

“Dia sudah membuktikan kinerjanya dengan Roma di sepanjang musim ini serta saya pikir dia bakal cocok buat Inter Milan. Dengan kemampuannya lalu ditambah dengan sejumlah bantuan dari pihak klub, kami dapat berekspektasi untuk menyaingi Juve di musim depan, sama halnya yang dilakukan Roma serta Napoli di musim ini,” katanya melanjutkan.

Di luar itu, Luciano Spalletti sejatinya membesut AS Roma untuk era yang ke-2 sedari pertengahan musim lalu. Ia mampu membawa Roma finis di peringkat 3 dalam Serie A di era pertamanya, serta kembali mengantarkan Roma berival di 3 besar musim ini. Sejauh ini Giallorossi masih berjuang untuk memperebutkan posisi runner-up dengan 1 pertandingan sisa.