Liga Europa Jadi Harapan Satu-satunya MU

manchester unitedManchester United hampir tak mungkin bisa menyudahi kompetisi di zona empat besar setelah kalah dari Arsenal. Sekarang United harus mengeluarkan segenap kemampuan agar bisa melaju ke final Liga Europa dan juara.

‘Setan Merah’ harus tertunduk lesu usai tumbang dua gol tanpa balas dari Arsenal ketika melawat ke Emirates Stadium, Minggu (7/5/2017) malam WIB. Setelah mengakhiri paruh pertama dengan skor kacamata, jala David de Gea akhirnya bobol dari Granit Xhaka dan mantan pemainnya, Danny Welbeck, sekaligus memastikan kemenangan The Gunners.

Hasilnya Setan Merah tak berhasil mendekati empat besar dengan terpaut empat angka dari Manchester City [4] dan empat poin dari Liverpool [3], telah menjalani 36 pertandingan. Jadwal laga tersisa juga tak terlalu menguntungkan mereka.

Dalam tiga partai sisa Wayne Rooney dan kawan-kawan masih harus bentrok melawan Tottenham Hotspur (14/5) dan Crystal Palace, yang dihadapkan ancaman degradasi. Palace tentu bisa memberi ancaman luar biasa.

Manajer MU Jose Mourinho tak masalah apabila timnya finis di luar empat besar. Pasalnya, MU masih bisa berlaga di Liga Champions dengan menjuarai Liga Europa, di mana mereka selangkah lagi lolos ke partai puncak usai menang 1-0 di kandang Celta Vigo.

“Saya rasa akibat hasil menghadapi Swansea (1-1) dan kekalahan hari ini kami sedikit tidak yakin dan melihat jika akan sangat sulit (finis empat besar),” ucap Mourinho di situs resmi klub.

“Akan tetapi masih ada satu turnamen yang merupakan sebuah turnamen terbesar kedua di Eropa dan kami hampir juara jadi para pemain mau, saya mau, dan saya rasa klub seperti ini bakal selalu ingin bertarung di Liga Champions dengan menjuarai gelar ketimbang finis keempat.”

United memang tak memainkan skuat terbaik di markas Arsenal untuk menjaga kebugaran pemain menjelang partai penentuan kontra Celta di leg kedua, Kamis (12/5). MU hanya membutuhkan hasil imbang saja untuk tampil di Stockholm, Swedia.

“Bedanya apa di antara finis keempat dan kelima? Perbedaannya cuma Liga Champions. Maka anda harus bertarung mati-matian di Liga Europa. Kami punya laga yang krusial pada hari Kamis dan paling tidak mampu memberikan waktu istirahat kepada banyak pemain saya supaya mereka dalam kondisi fisik terbaik di hari Kamis,” lugas Mourinho.