Leonardo Bonucci, Berstatus Bek Tapi Berandil Sebagai Gelandang

leonardo bonnucci

Leonardo Bonucci sejatinya bermain sebagai bek di Juventus, namun ia pun menjadi sosok pengumpan yang oke. Alhasil, andilnya lebih mirip sosok gelandang yang memiliki kegunaan sentral.

Sedari Andrea Pirlo hengkang ke New York City di pertengahan 2015 lalu, Juventus tampaknya bakal kehilangan pemain deep-lying playmaker, yang bertugas untuk mengumpan tepat dihadapan sejumlah bek.

Tapi, perannya tak hanya sekadar mengumpan saja, namun pemain seperti ini pun bertugas untuk mengatur intensitas permainan.

Kenyataanya, kehilangan itu rupanya tak terlihat hingga sekarang ini. Pasalnya, andil Pirlo malah digantikan oleh Bonucci. Memang benar kalau ia bukanlah sosok gelandang depan layaknya Pirlo. Namun pemain bertahan yang menginjak 29 tahun itu mampu mengendalikan tempo serta memberikan umpan yang cukup oke.

Buktinya bisa kita lihat dari torehannya di sepanjang Serie A musim ini, yang memiliki ketepatan umpan panjang sekitar 172 kali serta 1908 ketepatan umpan pendek. Bahkan, torehannya itu membuatnya jadi pemain terbaik di skuat Juventus saat ini dalam hal pemberian umpan.

“Di sini orang-orang melihat saya selaku sosok pemain tengah yang ‘diambil’ dari pemain bertahan. Saya senantiasa tampil seperti itu dan bisa jadi akan senantiasa, kendatipun terkadang saya pikir bisa ada begitu banyak sejumlah umpan horisontal,” katanya.

“Mengontrol bola lalu memainkannya berarti bikin batas pertahanan menjadi lebih lebar, walaupun hal itu ada resikonya,” lanjutnya menambahkan.

Kalau melihat lebih detail lagi dalam catatannya, Bunucci tak hanya sekedar mengumpan ke samping maupun ke belakang saja. Dari 1390 umpan yang tercatat, 1153 di antaranya ia distribusikan ke depan.

“Di beberapa tahun ini saya sudah matang. Sebelumnya saya adalah pemain yang lebih suka memberikan umpang cemerlang ataupun bahkan suka maju ke depan guna menciptakan gol, namun bersama Juve, yang mana dinding pertahanan amat krusial, saya kemudian meningkatkan performa saya.”

“Saat ini kalau saya melakukan tekel serta intersepsi yang bermanfaat untuk menggagalkan gol, hal itu menjadi sesuatu yang menggembirakan. Dengan (Massimiliano) Allegri kami memiliki alternatif sejumlah umpan pendek dan selebihnya bola panjang langsung mengarah ke lini belakang lawan, alhasil saya senang untuk mengkombinasikan sejumlah bentuk permainan saya,” ungkapnya.