La Liga Siap Laporkan PSG ke UEFA Soal Transfer Neymar

Javier Tebas seakan tak mau menyerah untuk melakukan penekanan terhadap Paris Saint Germain terkait mega transfer bintang Barcelona, Neymar. Dalam hal ini, Presiden La Liga menyebut pihaknya akan melaporkan PSG ke UEFA karena dinilai akan melanggar Financial Fair Play sebagaimana mereka mencoba untuk membajak Neymar keluar dari Camp Nou.

Tanggal 2 Agustus 2017 menjadi hari dimana Barcelona mengkonfirmasikan bahwa Neymar ingin segera meninggalkan Camp Nou. Bintang Barcelona tersebut bakal dipastikan mendarat ke Paris dalam waktu dekat seiring proses masih berjalan sampai saat ini.

Diketahui secara pasti bahwa mengeluarkan Neymar dari Barcelona bukan perkaran mudah, ada nilai pelepasan kontrak sang pemain yang tidak murah. Namun hal tersebut tak membuat PSG mundur dari pengejaran sebagaimana kenyataan yang ada mereka sudah siap menggelontorkan dana sebesar 222 juta euro sebagai syarat melepas nilai kontrak Neymar dengan Barca.

Menurut pandangan Tebas, dirinya mengakui bahwa dengan kekuatan finansial PSG yang sekarang ini tidak mungkin bisa membajak Neymar keluar dari Barca, namun hal berkata lain jika mereka mendapatkan investor baru yang mungkin saja nantinya akan melangggar FFP.

“Surat penegasan kami sudah siap, nantinya kami akan sampaikan ke UEFA, Uni Eropa dan juga Mahkamah Swiss, yang memiliki kekuasaan akan hal ini. Jika melihat secara kasat mata, La Liga mengecam ketidakadilan saat bersaing dengan klub yang disokong oleh sebuah negara, dimana tim tersebut mendapat dukungan dana investasi ekonomi dari sebuah negara yang siap membeli pemain dengan harga berapapun untuk dibawa ke klub mereka,” kata pembuka Tebas.

“Dalam kasus Neymar, saya pikir sudah jelas jika PSG mendapatkan sokongan dana segar dari investor, antara klub dengan negara sponsor mereka bernama Qatar Investment Group. Rekening PSG saat ini menunjukan bahwa mereka memiliki pendapatan komersil yang jauh lebih besar dari Real Madrid dan Manchester United, dimana nilai tersebut tak masuk dengan akal sehat,”

“Andai UEFA tak memberikan tanggapan pasti akan hal ini, maka kami siap mengajukan tuntutan ke pihak yang lebih tinggi. Kami belum melakukan hal itu karena kami yakin UEFA tengah melakukan pemeriksaan untuk memastikan FFP tetap ditegakkan dan kasus suntikan dana segera ditindak.” tutupnya.

Sampai sejauh ini, kisruh kepindahan Neymar ke PSG semakin membuat publik bertanya-tanya. Tak jarang banyak orang berpendapat jika Neymar memiliki ketertarikan terhadap jumlah uang yang akan diberikan PSG, namun tak jarang pula yang mendukung kepergian Neymar lantaran dirinya akan semakin berkembang jika lepas dari bayang-bayang Lionel Messi.