Klopp Ingin Henderson Bisa Comeback Musim Ini

jordan hendersonJurgen Klopp selaku arsitek Liverpool, menyebut Jordan Henderson bisa saja melakoni comeback dari cedera walau kompetisi kali ini tinggal tersisa dua pertandingan lagi.

Henderson mendapat cedera kaki pada bulan Februari lalu ketika sesi latihan jelang bentrok melawan Leicester City.

Pemain tengah berusia 26 tahun tersebut akhirnya tak mentas pada laga itu dan berlanjut absen dalam 10 pertandingan ke depannya.

Sekarang ini Liverpool sudah tampil sebanyak 36 pertandingan, yang berarti masih memiliki dua laga sisa sebelum musim kompetisi tuntas. Dua pertandingan tersebut ialah melawan West Ham Unied (14/5) dan Middlesbrogh (21/5).

Pemain asal Inggris ini memang belum melakoni sesi latihan secara penuh. Akan tetapi Klopp optimis bila sang kapten bisa segera beraksi lagi.

“Masih terlalu cepat untuk mengatakan musimnya sudah berakhir. Musim depan adalah momen terakhir, namun segala hal bisa saja terjadi,” ucap Klopp dilansir Four Four Two.

“Kami semua tetap berpikiran positif karena dia seorang yang tangguh. Ketika ada lampu hijau, dia bakal kembali sebab sikap dan karakternya.”

“Saya belum membayangkannya ketika awal pramusim, namun itu pasti bisa menjadi saat yang tepat dimana dia kembali ke lapangan,” sambungnya.

Eks manajer Borussia Dortmund ini menambahkan jika penyebab Henderson menepi cukup lama karena cederanya cukup kompleks.

“Sama seperti yang selalu saya bilang, anda harap cedera ligamen harus dihentikan. Anda tahu bila mengobatinya membutuhkan waktu paling tidak enam pekan sampai delapan pekan,”

“Inilah penyebab anda harus menunggu lama. Kadang-kadang juga tergantung seperti apa kondisi tubuh. Jordan mampu mengatasinya dengan baik. Tim Medis mengatakan dia harus istirahat dan kami melakukannya,” tegas Klopp.

Terlepas dari itu semua, saat ini Philippe Coutinho cs. berad adi peringkat ketiga klasemen memperoleh 70 poin dari 36 laga, unggul satu angka atas Manchester City yang baru menjalani 35 pertandingan. Tiga poin atas West Ham jadi harga mati untuk The Reds jika ingin segera mengunci finis zona empat besar.