Jamie Vardy Bicara Soal Masa-masa Sulit Musim Ini

jamie vardy

Jamie Vardy sempat menerima kritikan pedas ketika tidak kunjung mencetak gol musim ini. Penyerang Leicester City itu bisa lebih tajam akhir-akhir ini.

Musim ini Vardy tidak lagi sama dengan Vardy pada musim lalu. Musim lalu, Vardy amat subur dan bisa ikut dalam persaingan gelar top skorer. Vardy mencetak 24 gol, atau tertinggal satu gol dari peringkat teratas Harry Kane (25 gol).

Performa okenya itu sampai membuat Vardy diburu oleh Arsenal. Akan tetapi Vardy tak menerimnaya. Dia memilih untuk memperpanjang kontrak bersama Leicester.

“Bila saya tampil seperti itu, maka saya juga akan melalui situasi yang sama di Arsenal. Maka, saya sama sekali tidak menyesal tentang itu (menolak tawaran Arsenal,” kata Vardy seperti dikutip Leicester Mercury.

Musim ini, Vardy memperlihatkan performa kurang menawan. Pebola 30 tahun tersebut sempat melempem selama 16 laga di Premier League. Akibatnya, laju The Foxes pun terseok sampai sudah mendekati zona degradasi. Catatan buruk itu lantas menghasilkan pemecatan manajer Claudio Ranieri.

Pemecatan Ranieri sampai melahirkan isu bila ada campur tangan pemain ikut mendongkelnya. Akan tetapi para pemain lantas membantah.

Dalam perjalanan, kursi pelatih kepala dihuni Craig Shakespeare. Berawal sebagai caretaker, dia lantas dipermanenkan sebagai pelatih ‘Si Rubah.

Selama di tangan Shakespeare, performa Vardy memperlihatkan peningkatan. Dirinya mendulang empat gol di lima partai terakhir.

“Saya pikir hal itu tak boleh sampai menyebabkan kita jatuh. Saya tak bisa menjelaskan apa yang terjadi,” tutur Vardy.

“Kami cuma harus bekerja lebih keras. Apabila kami terus ekerja keras seperti ketika kami mendapatkan hasil yang sip, maka angka demi angka akan kembali menghampiri dan semua akan bekerja secara berkelanjutan,” ujar dia.