Jadi Target Penghinaan Rasis, Pemain Liga Serbia Menangis

Pecinta sepakbola nampak nya belum bisa terlepas dari tindakan atau pun sikap buruk yang selalu menghiasi pertandingan dimana pun itu berada. Hal terbaru terjadi ketika penghinaan rasis kembali hadir di sepakbola, dimana aksi memprihatinkan ini terjadi di laga super panas antara dua tim ibu kota Serbia, Rad Belgrade kontra Partizan Belgrade.

Disini satu nama yang menjadi pusat perhatian adalah pemain Partizan, Everton Luiz yang menjadi sasaran utama sikap rasis yang dintujukan oleh pendukung Rad. Bahkan sangking tidak bisa menerima nya, sang gelandang pun mengeluarkan deras nya air mata.

“Saya tidak bisa menahan apa yang terjadi pada diri nya, menangis mungkin tidak saya sadari. Namun perbuatan mereka selama 90 menit telah membuat hati saya sakit,” ungkap Everton kepad media.

Datang aksi Everton yang mencoba menyambangi bangku penonton pendukung tuan rumah. Akan tetapi tindakan ini telah membuat para pemain Rad melakukan konfontrasi terhadap sang pemain. Atas tindakan ini, Everton yang berusia 28 tahun tidak abis pikir dan bertanya-tanya sepanjang pertandingan.

“Yang paling membuat saya terkejut adalah sikap dari tim lain. Alih-alih mencoba meredakan situasi, mereka malah mendukung tindakan tersebut. Saya ingin menghilangkan momen ini secepat kilat,” tambahnya.

Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Partizan dan kemenangan ini mungkin menjadi alasan pemain tuan rumah tidak menyukai sikap Everton serta memberanikan diri mendukung tindakan dari suporter sendiri.

Sampai sekarang belum ada kepastian lebih dalam apakah pendukung tuan rumah telah terbukti melakukan tindakan rasis dan akan mendapat hukuman dari FIFA. Mari kita tunggu kelanjutan nya dan bila benar mereka terbukti, maka sangatlah wajar mendapat hukuman yang pantas, mengingat tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap Fair Play yang selalu dijunjung tinggi sepakbola.