Ini Hasil Awal Kepolisian Terkait Ledakan Bus Dortmund

Pihak kepolisian membeberkan hasil awal sehubungan dengan ledakan yang terjadi di bus Borussia Dortmund. Walau begitu, mereka belum dapat mengetahui motif yang menjadi latar belakang ledakan tersebut.

Tiga ledakan yang berlangsung di dekat bus tim Borussia Dortmund ketika hampir sampai di Signal Iduna Park jelang laga pada putaran pertama babak perempatfinal Liga Champions kontra AS Monaco, pada Rabu (12/4/2017) dinihari WIB tadi. Ledakan itu setidaknya menghancurkan kaca jendela bus dan membuat Marc Bartra cedera.

” Malam sekitar pukul 19:15, waktu setempat, terdapat tiga ledakan di kawasan hotel yang menjadi tempat tim ini beristirahat. Kami akan menyelidiki dari awal dan mengatakan bahwa ini memang dilakukan untuk menyerang tim Dortmund. Polisi akan segera menjaga dan melindungi lokasi tempat kejadian, ” papar Kepala Kepolisian Dortmund, Gregor Lange.

Selain itu, pihak yang berwajib juga menggunakan anjing pelacak dan pencarian melalui udara. Namun, belum begitu ada titik terang dari serangan tersebut. Walau latar belakang serangan masih belum terarah, kejadian tersebut mengingatkan pada ledakan yang terjadi di kawasan Stade de France, November 2015 yang lalu ketika Prancis sedang melaksanakan laga ujicoba kontra Jerman. Walau begitu, Lange belum berani menyimpulkan bahwa ledakan Dortmund merupakan serangan teroris.

Sejatinya, kejadian yang melibatkan teroris bukan hal yang baru. Tiap laga berlangsung, pihak kepolisian selalu melakukan penjagaan. “ Akan tetapi, terlalu dini menyimpulkan peristiwa ini sebagai serangan teroris. Semua perlu diselidiki lagi. Kami akan selalu waspada dan tetap akan melakukan investigasi lebih mendalam, ” ucap Lange.

Di lokasi kejadian, terdapat sebuah surat. Kini, keaslian surat itu sedang dalam tahap pemeriksaan yang isinya tidak dipublikasikan. Namun, dicurigai hal ini merupakan percobaan pembunuhan. ” Kami mendapat satu orang yang menjadi penyebab atas serangan ini seperti dalam surat. Demi penyelidikan lebih lanjut, kami belum dapat membeberkan semuanya. ” ucap jaksa Sandra Luecke.