Guardiola Akui Tak Mudah Latih City

pep guardiola

Pep Guardiola menyebutkan jadi pelatih Manchester City memang tidak segampang menukangi Barcelona atau Bayern Munich. Namun hal itu justru membuat Guardiola lebih tertantang.

Guardiola merupakan manaher top dengan prestasi serudang ketika masih membesut Barca dan Bayern. Terutama di Barca saat popularitasnya melambung tinggi berkat raihan tiga trofi pada musim perdananya, 2008/2009.

Sesudah itu Guardiola membangun Los Cules dengan permainan tiki-taka yang mendunia dan menghasilkan 14 trofi selama empat tahun.

Lantas tahun 2013, Guardiola memutuskan untuk pergi ke Bundesliga Jerman bersama Bayern yang juga diselesaikannya dengan beberapa trofi bergengsi. Saat pergi pada musim panas lalu, Guardiola memiliki tiga titel Bundesliga, dua DFB-Pokal, satu gelar Piala Super Eropa, dan satu gelar Piala Dunia Antarklub.

Tak pelak bila City sangat ngotot mendapatkan Guardiola mengingat mereka ingin menaklukkan Eropa usai lima tahun terakhir cuma berjaya di kompetisi domestik.

Sayang kiprah Guardiola tidak semulus ekspetasi dan akhir-akhir ini kerap dikritik yang dipuncaki dengan terdepaknya The Citizens dari Liga Champions di tangan AS Monaco.

Piala FA bisa dikatakan menjadi ajang yang paling mungkin menghasilkan trofi kendati harus melewati hadangan Arsenal lebih dulu di semifinal. Sedangkan di Premier League, mereka sudah terpaut 13 angka di belakang Chelsea. Bagi Guardiola, City merupakan ajang pembuktian apakah dirinya memang pelatih kondang atau bukan seperti yang selama ini disebut-sebut.

“Bakal membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapat tim yang saya harapkan. Untuk beberapa faktor, di klub lain, memang sedikit lebih gampang. Di sini memang butuh waktu lama,” tutur Guardiola.