Griezmann Pernah Menjadi Korban PHP Arsenal

antoine griezmannArsenal sejatinya sempat memiliki kesempatan emas untuk memboyong jasa Antoine Griezmann empat tahun silam. Akan tetapi Arsenal justru melewatkan kans tersebut dan membuat Griezmann merasa kecewa.

Griezmann berada dalam bidikan Arsenal saat masih berseragam Real Sociedad pada 2013 silam. Kala itu ada pembicaraan antara agen Griezmann, Eric Olhats, dengan scout Arsenal, Gilles Grimandi.

Si pemain pun merasa antusias mengetahui ketertarikan Arsenal dan dikatakan bila transfer itu punya kans besar bakal terealisasi.

Namun usai menanti lama, Griezmann tidak mendapat berita lebih lanjut dari The Gunners. Barulah jelang ditutupnya jendela transfer, pemain internasional Prancis itu diberi tahu jika Arsenal tak jadi memboyong.

Merasa sudah diberi harapan palsu atau PHP, Griezmann kecewa. Ketika Arsenal kembali datang, enggan membuka pintu kembali.

“Saya menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Saat tidak ada kabar lagi, Eric menghubungi Grimandi, yang mengatakan jika pelatih masih tertarik kepada saya (dan) meminta untuk tetap menunggu,” tulis Griezmann dalam autobiografinya yang berjudul Behind The Smile.

“Setelah beberapa jam sebelum jendela transfer berakhir, dia memberi tahu kami bila Arsenal tak jadi melakukan transfer. Saya adalah orang yang tak senang telah diberitahu soal sesuatu dan rupanya itu tak terjadi,” lanjut Griezmann.

“Maka saat Eric bilang kepda saya kemudian bahwa klub London itu tertarik lagi, saya bilang kepadanya: ‘Lupakan, usai pukulan yang mereka beri ke kita’,” ujar striker berusia 26 tahun tersebut.

Di musim panas 2013 Tim Gudang Peluru memutuskan untuk merekrut penyerang lain yakni Yaya Sanogo, dari Auxerre. Pembelian Sanogo akhirnya menjadi sebuah blunder dan dia telah dijual lagi di musim panas kemarin.

Sedangkan Atletico menyeberang ke Atletico Madrid setahun usai batal bergabung dengan Arsenal. Bersama Atletico, ia mulai diperhitungkan sebagai penyerang tersohor di Eropa, total membukukan 89 gol dari 176 laga.