Empat Kunci Sukses Real Madrid Tenggelamkan Juventus di Final Liga Champions

Raksasa Spanyol, Real Madrid pada akhirnya berhasil menepis semua keraguan atas keberhasilan mereka mempertahankan juara Liga Champions 2016/17. Ini memberikan bukti bahwa EL Real masih menjadi klub terkuat benua Eropa.

Millenium Cardiff, Wales menjadi saksi mentalitas skuat Zinedine Zidane dalam menenggelamkan mimpi wakil Italia, Juventus untuk kembali menjadi juara baru Liga Champions. EL Real berhasil menutup laga final tersebut dengan skor telak 4-1.

Kemenangan ini menjadi sejarah baru dalam perjalanan panjang EL Real dalam dua musim terakhir. Yang patut diperhatikan adalah performa gemilang Cristiano Ronaldo sepanjang laga final. Pemain kelahiran Portugal tersebut sukses membuat dua gol dimasing-masing pada babak pertama dan babak kedua.

Dua gol lainnya dilesakkan oleh Casemiro dan Marco Asensio. Gol hiburan bagi Juve hadir dari aksi akrobatik Mario Mandzukic yang menutup hasil imbang
pada babak pertama. Sejatinya Juve bermain cukup baik hingga turun minum, namun setelah babak kedua kick off nampak bahwa Madrid telah menguasai panggung.

Kemenangan besar Madrid atas Juve tentunya tidak didasari atas keberuntungan semata, bisa dikatakan bahwa ada beberapa kunci sukses mereka dalam menggenapkan musim ini dengan raihan double winner usai sebelumnya meraih gelar La Liga Spanyol.

Berikut kami sajikan beberapa kunci sukses Madrid menjadi juara bertahan dua kali beruntun diajang Liga Champions:

1. Juve sejatinya tampil menjanjikan hingga babak pertama, terbukti diawal 15 menit pertama mereka sudah memberikan banyak kejutan didaerah pertahanan Madrid. Namun semua itu nampak berbeda ketika memasuki babak kedua, terlihat Madrid sudah menemukan permainan terbaiknya dan gol kedua Cassemiro seolah mematikan perkembangan Juve.

Disini Juve bermain mengandalkan lini sayap, dimana sosok Alex Sandro dan Dani Alves beberapa kali sukses melepaskan umpan ke jantung pertahanan Madrid. Dan salah satu yang sukses menjadi gol adalah gol penyeimbang dari Mario Mandzukic dibabak pertama.

Sedangkan Madrid terlihat lebih mengandalkan kekuatan lini tengah dengan menduetkan Luka MOdric, Cassemiro dan Isco. Ketiga pemain ini nampak enjoy dengan pertandingan tersebut, terbukti ketiga pemain ini sering kali merepotkan pertahanan Juve.

2. Awal dari semuanya adalah babak kedua, disini Zinedine Zidane nampak menemukan cara untuk mengembangkan timnya. Zidane berhasil mendapatkan pelajaran pada babak pertama dan melakukan beberapa perubahan yang sangat berhasil pada permainan timnya.

Melihat apa yang terjadi pada babak pertama dan mengambil contoh kesuksesan mereka membuat gol dari kaki Cristiano Ronaldo, Zidane melihat ada celah dari sektor sayap Juve. Untuk itu dirinya lebih mengedepankan pola serangan dari lini sayap pada babak kedua dan hasilnya terbukti nyata.

Berdasarkan statistik yang ada, dua gol Madrid pada babak kedua semuanya berawal dari akselerasi sisi sayap.

3. Duet apik lini belakang yang dijaga oleh Sergio Ramos dan Raphael Varane patut diapresiasi. Mendapat kejutan dari gol Mandzukic, kedua pemain ini nampak tak mau kecolongan kembali.

Seperti yang sudah dijelaskan diawal, Juve cenderung lebih bermain dari sisi sayap yang mengandalkan bola-bola crosing. Namun kedua pemain itu dikenal sangat baik dalam menggagalkan proses dari sisi sayap. Mencoba dari sisi tengah, Miralem Pjanic yang diharapkan menjadi kunci tak mampu menghadapi kekuatan Cassemiro.

4. Ronaldo tak bisa dilepaskan dari kesuksesan Real Madrid difinal kali ini, dirinya berhasil membuat dua gol yang menjadi titik balik kebesaran Madrid sebagai juara Eropa. Kembalinya performa terbaik Ronaldo seolah memudahkan Madrid untuk mengakhiri laga.

Diduetkan bersama Karim Benzema, Ronaldo selalu merepotkan pertahanan Juve dengan aksi-aksi menawan. Kecepatan dan perpindahan yang dilakukan oleh Ronaldo bersama Benzema menghasilkan kepanikan luar biasa pada pertahanan Bianconeri.

Kini bersama Madrid, Ronaldo sama-sama mencetak sejarah di Liga Champions dan namanya menjadi yang terbaik dengan pertama kalinya tercatat sebagai pemain yang mampu selalu mencetak gol dilaga final sekaligus mengantarkan timnya menjadi juara.