Empat Faktor Keberhasilan Madrid Sebagai Juara Liga Champions 2016/17

Real Madrid menjadi tim pertama yang mematahkan kutukan juara bertahan di Liga Champions. El Real resmi menjadi klub terbaik di Eropa dengan menjadi juara Liga Champions 2016/2017. Laga yang dilaksanakan di Stadion Millennium, Cardiff, Wales, Madrid sukses dengan skor 4-1 atas Juventus, pada Minggu (4/6) dini hari WIB.

Cristiano Ronaldo merupakan bintang Real Madrid dengan dua gol. Di sisi lain, dua gol tim Zinedine Zidane lainnya diperoleh dari Casemiro dan Marco Asensio. Gol balasan dari Juventus dicectak Mario Mandzukic.

Keberhasilan yang didapat oleh Madrid pastinya tidak mudah. Terdapat beberapa hal utama yang membuat mereka meraih gelar tersebut. Berikut faktor keberhasilan klub terbaik di Eropa di final Liga Champions musim ini.

  1. Lini Tengah

Juventus sejatinya bermain dengan apik di babak awal. Tim Massimiliano Allegri dapat maju melalui aksi Gonzalo Higuain dan Miralem Pjanic. Tapi, Madrid kemudian lebih dominan, dengan kearuratan bola dan catatan peluang. Madrid memang lebih bermain dari di sisi tengah. Isco, Casemiro, Luka Modric hingga Toni Kroos cenderung bermain di tengah.

  1. Skema Zinedine Zidane

Memasuki babak yang kedua, Zinedine Zidane terlihat menggunakan skema yang tepat. Pelatih Prancis ini dapat menebak skema pertahanan Juve. Banyak celah di sisi sayap membuat pemain Madrid leluasa bergerak. Terbukti, tiga gol Madrid yang tercipta di babak kedua, bermula dari sisi sayap.

  1. Dari Ramos ke serangan Monoton

Kebobolan gol Mario Mandzukic di babak awal, lini bertahan Real Madrid semakin apik. Sergio Ramos dan Raphael Varane dapat menciptakan pertahanan kuat dari serangan Juventus. Dengan lebih bermain di sisi sayap. Pemain Juve lebih sering menciptakan crossing jika dihitung dari melepas umpan terobosan.

Miralem Pjanic yang menjadi harapan di sisi serang justru kesulitan melawan Casemiro. Ia bahkan tidak berhasil melepas umpan untuk Higuain dalam menciptakan gol. Selain itu, monotonnya serangan Juve berkaitan dengan Paulo Dybala yang bermain dengan buruk di laga ini.

  1. Cristiano Ronaldo

Bintang Real Madrid ini kembali menjadi pemain andalan Madrid. Ronaldo berhasil menciptakan dua gol di laga final Liga Champions. Dua gol pemain 32 tahun ini menjadikan posisi 3-1 dan secara mental begitu mempengaruhi Madrid. Sebaliknya untuk Juve, gol ini semakin membuat Gianlugi Buffon dan rekan-rekannya mundur.

Di akhir laga, dirinya sebagai man of the match. Performanya semakin menjelaskan kehebatan seorang Zinedine Zidane dalam memainkan pemain. Sukses menjadi juara Liga Champions 2016/2017 juga makin memperjelas jika Ronaldo adalah seorang penyerang.