Dunga Akui Tak Takut Di Pecat

Dunga

Perolehan negatif yang didapat Brasil di Copa America Centenario menjadi ancaman bagi posisi manajer Dunga. Namun, diakui Dunga bahwa dirinya tidak khawatir.

Manajer berumur 52 tahun tersebut dipilih kembali menjadi manajer Selecao, menjadi pengganti Luiz Felipe Scolari setelah Piala Dunia 2014. Dalam waktu keduanya ini, Dunga cuma berhasil membawa Brasil hingga perempatfinal Copa America 2015, kompetisi besar pertamanya.

Akan tetapi, di Copa America Centenario hasil lebih buruk malah didapatkan Dani Alves dan rekan-rekan. Brasil harus menerima kegagalan kontroversial 0-1 atas Peru, yang membuat mereka terbuang setelah finis ketiga di Grup B di bawah Peru dan Ekuador.

Itu merupakan kali pertama bagi Brasil kalah di babak pertama Copa America sejak format baru [1993] yang juga mengulang perolehan yang sama pada kompetisi tahun 1987.

Sekarang, Dunga cemas menunggu nasibnya. Hal ini dikarenakan, pemenang Piala Dunia 1994 dan Copa America dua kali itu sangat diharapkan agar membuat Brasil bangkit dari keterpurukan yang telah berlangsung selama beberapa tahun belakangan.

“Saya cuma takut mati, saya tak takut pada hal seperti itu yakni dipecat,” kata Dunga.

“Presiden mengetahui apa yang tengah kami perbuat, bagaimana kami lakukannya, kami mengetahui soal tekanannya, dan kami mengetahui bahwa pekerjaan diikuti dengan komentar,” tambah dia.

“Saat Anda bekerja bagi timnas Brasil, Anda mesti mengetahui bahwa komentar bakal gencar saat Anda tak memperoleh hasil bagus namun secara internal, kami mengetahui apa yang tengah kami perbuat,” lanjut dia.

Dunga pernah meraih kesuksesan di era pertamanya melatih Brasil pada 2006-2010. Brasil menjadi juara Copa America 2007 dan Piala Konfederasi 2009, walau cuma mendapatkan medali perunggu Olimpiade Beijing 2008.