Drama ‘Sergio Aguero’ di Tahun 1981

Ada yang masih ingat dengan drama gol dari Sergio Aguero pada 13 Mei 2012 lalu? Tendangan penyerang Manchester City detik-detik akhir tersebut mengantarkan timnya menjuarai Premier League. Padahal, skuat Manchester United di markas Sunderland sudah mulai berpesta karena mereka mampu menang 0-1 atas tuan rumah.

Gelar juara yang sudah di depan mata Manchester United pun akhirnya pupus karena aksi heroik Kun Aguero. Semenjak peristiwa 2012 itu, praktis Manchester City mulai diperhitungkan sebagai kandidat juara tiap musimnya di liga primer Inggris.

Namun, rupanya aksi heroik yang dilakukan oleh Aguero tersebut terjadi juga di Spanyol 31 tahun silam atau tepat pada penghujung musim 1980/1981 lalu di ajang La Liga Spanyol. Yang tampil sebagai bintangnya adalah Jesus Maria Zamora, gelandang andalan kesebelasan Real Sociedad.

Di musim 1980/1981 lalu, Real Sociedad memulai musim masih dalam perasaan kecewa yang cukup mendalam. Pasalnya, di musim sebelumnya, klub ini gagal mengamankan titel liga pertama mereka karena digagalkan oleh Sevilla. Saat itu Real Madrid-lah yang berhasil menggengam titel mereka untuk yang keempat kalinya dalam lima tahun terakhir.

Sebagai juara bertahan, Real Madrid tetap diunggulkan untuk kembali menjadi juara. Apalagi saat itu mereka diperkuat oleh nama-nama tenar; seperti Carlos Santillana, Juanito sampai Vicente Del Bosque, yang juga pernah mengantarkan tim nasional Spanyol jadi juara Piala Eropa dan Piala Dunia sebagai manajer.

Namun di awal musim, Real Zaragoza sempat menggebrak liga dengan menguasai papan klasemen sementara, sampai akhirnya diambil alih oleh Atletico Madrid di pekan ke lima. Kemudian, bagaimana dengan Real Sociedad? Mereka memulai liga dengan biasa-biasa saja.

Walaupun Atletico Madrid ada di puncak sampai ke pekan 27, namun di tujuh pertandingan sisa, Los Rojiblancos harus tersungkur bahkan gagal menang sama sekali. Tentu, hal ini menjadi angin segar bagi Real Madrid dan Real Sociedad yang menempel ketat sepanjang musim.

Real Sociedad dan Real Madrid yang hanya berselisih dua poin harus mengamankan titel liga mereka hingga pekan terakhir. Real Madrid tentu lebih di atas angin dan punya kesempatan yang lebih besar untuk menguasai perburuan gelar karena hanya bertandang ke kandang Real Valladolid yang sudah tak memiliki kepentingan apapun dan sudah lolos degradasi.

Sedangkan untuk Real Sociedad sendiri, mereka harus bertandang ke kandang Sporting Gijon. Perlu diketahui juga, Sporting Gijon unggul 1 – 2 saat pertemuan pertama dengan Real Sociedad di San Sebastian, kandang La Real.

Prediksi para pengamat untuk Real Valladolid dan Real Madrid sangat jitu. Tim tamu sangat mendominasi dengan membuat tiga gelontoran gol yang hanya dibalas satu saja oleh tim tuan rumah. Dua gol Carlos Santillana dan satu gol dari Uli Stielike seperti jadi bantuan untuk Real Madrid dalam mempertahankan trofinya. Euforia para Madidista pun semakin memuncak karena peluit panjang di kandang dari Valladolid sudah dibunyikan.

Para pemain dan staf pelatih lari ke lapangan dan saling berpelukan. Di sisi lain Sporting Gijon sampai di menit 89 sudah unggul 2 – 1 atas Real Sociedad. Karena, jika hasil itu berlanjut, maka Real Madrid berhasil merebut posisi puncak klasemen dengan perbedaan satu poin.

Namun, sang penyelamat bernama Jesus Maria Zamora akhirnya datang. Gelandang Real Sociedad itu sukses membobol gawang Sporting Gijon beberapa saat sebelum laga usai. Skor menjadi imbang 2 – 2 dan poin dengan Real Madrid menjadi sama-sama 45, namun Real Sociedad unggul secara head-to-head.

Euforia berbalik meriah di kandang Sporting Gijon. Para pendukung Real Sociedad pun saling berteriak kegirangan. Secara resmi, Real Sociedad menjadi juara La Liga untuk pertama kalinya dan mematahkan dominasi Real Madrid di negeri matador. Sedangkan di kandang Valladolid, para skuat Los Merengues langsung mendadak lesu karena kemenangan mereka terasa percuma.