Dikritik Legenda Arsenal, Oezil Balik Mengkritik

Mesut OezilGelandang Arsenal, Mesut Oezil curhat panjang lebar mengenai timnya melalui media sosial pribadinya. Oezil juga membalas kritik dari mantan pemain Arsenal yang diarahkan kepadanya.

Oezil baru saja mengantarkan tim nasional Jerman mengalahkan Republik Ceko di kualifikasi Piala Dunia 2018. Ia mengaku kalau rekan-rekannya di timnas menanyakan situasi The Gunnres menyusul banyaknya kritik yang diberitakan oleh media.

Arsenal dikabarkan tengah mengalami krisis akibat sejumlah masalah di awal musim 2017/2018. Tidak hanya tampil buruk, aktivitas transfer Arsenal juga mendapatkan sorotan tajam.

Masa depan Oezil di Arsenal juga sedang tidak jelas lantaran kontraknya yang akan berakhir di musim panas 2018 belum diperpanjang. Di tengah situasi itu, pemain berusia 28 tahun inimenjawab semua pertanyaan rekan-rekannya itu lewat Facebook.

“Saya menulis ini saat saya sedang bersama orang-orang yang dekat dengan saya, dan kami harus merayakan sesuatu. Walaupun tidak ada pertandingan yang dimenangi, atau trofi yang diangkat, Arsenal dan saya sedang merayakan ulang tahun kebersamaan kami! Empat tahun lalu, saya pindah dari Real Madrid ke Arsenal di menit-menit akhir bursa transfer,” Mesut Oezil menulisnya.

Oezil menuliskan soal bagaimana awalnya dia dibujuk dan diyakinkan Arsene Wenger agar bersedia pindah ke Arsenal. Pemain yang lahir di kota Gelsenkirchen, Jerman ini juga memuji Liga Inggris yang dinilai sebagai liga terbaik di dunia.

Oezil kemudian bercerita mengenai trofi-trofi yang sudah dia dapatkan bersama The Gunners yakni tiga gelar Piala FA serta dua gelar Community Shield. Terakhir, Oezil curhat mengenai kritikan yang diarahkan kepadanya.

“Secara pribadi, saya menerima banyak kritik selama bermain Inggris. ‘Terlalu mahal, terlalu tamak, bahasa tubuh buruk, dan kurang semangat juang’. Itu kritikan yang sering saya dengarkan dari orang-orang,” kata Mesut Oezil melanjutkan.

“Sejumlah kritikan ini dibuat oleh orang-orang yang tidak kenal dengan saya, beberapa dibuat oleh mantan pemain, baik yang sukses dan tidak. Walaupun kritik merupakan sesuatu yang biasa diterima oleh semua pesepakbola, namun saya mengharapkan para legenda untuk bersikap seperti legenda. Saran saya untuk mantan-mantan pemain Arsenal: berhenti bicara dan mulailah mendukung!”