Dikalahkan Leicester, Liverpool Ogah Cari Pembelaan

jurgen klopp

Liverpool kalah di kandang Leicester City. Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengakui tidak punya alasan lain di balik kekalahan tersebut selain performa buruk timnya.

Liverpool pulang membawa hasil negatif dari kunjungannya ke King Power Stadium, Selasa (28/2/2017) dinihari WIB. Si Merah tumbang 1-3 dari Leicester yang tengah berusaha menjauh dari zona merah.

Pada laga itu Liverpool lebih dulu tertinggal 0-3 usai sebelumnya tertinggal dua gol sebelum jeda. Tim tamu cuma bisa membalas melalui tembakan Philippe Coutinho pada menit ke-68.

“Kamu tak cukup baik di awal, tidak cukup bagus di tengah, dan tidak cukup bagus di akhir,” ujar Klopp dalam konferensi pers usai pertandingan.

Akibat performa buruk di pertandingan itu, muncul angapan The Reds kehilangan ritme setelah tak bertanding cukup lama. Pertandingan kontra Leicester adalah partai pertama Liverpool setelah beristirahat selama lebih dari dua pekan.

Pertandingan terakhir mereka sebelum menghadapi Si Rubah ialah ketika mengalahkan Tottenham Hotspur pada 12 Februari. Pekan lalu, Jordan Henderson dkk. tak tampil lantaran sudah terdepak dari Piala FA.

Namun Klopp membantah anggapan itu. Sang pelatih tidak ingin banyak alasan atas kekalahan tim besutannya.

“Saya tak yakin, namun tahun lalu kami tampil tiap tiga hari dan terkadang kami harus menggunakan ini sebagai alasan. Saya rasa bakal lebih masuk akal untuk memakainya sebagai alasan karena ketika anda mendapat cedera dan lalu bermain setiap tiga hari,” ucap Klopp.

“Kini 16 hari tanpa bertanding tidak sempurna untuk ritme namun untuk bertahan Anda tidak butuh ritme, untuk bertahan anda membutuhkan organisasi,” lanjutnya.

“Tertinggal 0-2 di babak pertama membuat kami kesulitan, begitu juga dengan ketinggalan 0-3. Mungkin di akhir terlihat seperti beberapa pemain sulit menemukan ritme tapi saya tidak mau menggunakannya sebagai penjelasan maupun alasan,” kata Klopp seperti dikutip dari situs resmi klub.