Dapatkah Neymar Antarkan PSG Jadi Klub Paling Oke?

Ivan Rakitic mengangap kalau tidak selamanya pemain top dapat bikin tim jadi yang paling oke. Rakitic mengatakannya berhubungan dengan perginya Neymar ke Paris Saint-Germain.

Barcelona menerima pukulan telak pada bursa transfer musim panas 2017 kemarin dengan keluarnya Neymar ke Paris Saint-Germain. Kepergian pemain yang berasal dari Brasil tersebut bikin garis depan Blaugrana berkurang elemen kejutannya, yang pada musim ini baru dibesut oleh Ernesto Valverde.

Sebelumnya dengan adanya sosok Neymar, Lionel Messi dapat berbagi beban dengan dirinya. Barcelona pun dapat pecah fokus lawan sebab ada 2 pemain yang dapat menjadi titik tumpu serangan, dengan Luis Suarez jadi penuntasnya.

Diprediksi akan repot, kenyataanya dilihat dari hasil Barca baik-baik saja. Mereka masih belum pernah kalah di La Liga dan Liga Champions sampai saat ini, usai 21 laga. Pada musim kemarin saat masih bersama Neymar, Barca malah raih 3 hasil negatif lewat 2 kompetisi itu di periode yang serupa.

Hal ini memperlihatkan kalau walaupun Neymar salah satu talenta paling oke di dunia, tetapi bukan menjadi arti tidak tergantikan. Barcelona masih terus menjadi salah satu klub paling oke di Eropa tanpa dirinya, sedangkan Neymar sekarang ini masih harus perlihatkan diri lebih jauh di PSG.

“Ia merupakan salah satu pemain paling oke di dunia, namun terkadang pemain paling oke di dunia tak harus membuat timnya menjadi yang paling oke,” ucap Rakitic.

“Kami sudah atasi kepergian dirinya dengan kerja kolektif. Kami sidah berusaha dengan sekuat tenaga dan dapat menang,” tegas Rakitic.