City Siap Bawa Presiden La Liga Ke Jalur Hukum

javier tebasMendapat tudingan yang tidak-tidak dari Presiden La Liga Javier Tebas membuat Manchester City marah. City pun sedang mempertimbangkan untuk meenempuh jalur hukum.

Tebas sebelumnya meminta UEFA untuk melakukan penyelidikan menyangkut aktivitas transfer pada musim panas ini. Dia mengendus adanya pelanggaran aturan Financial Fair Play usai The Citizens mengucurkan uang samapi 215 juta pound sterling (sekitar Rp 3,7 triliun) dalam berbelanja pemain.

Akan tetapi UEFA telah menegaskan pihaknya takkan menyelidiki City. Asosiasi sepakbola Eropa tersebut sekarang ini hanya melakukan investigasi terhadap Paris Saint-Germain ihwal persoalan serupa.

Tuduhan Tebas terhadap City dan PSG ternyata belum berhenti. Pada sesi konferensi Soccerex di Manchester, dia menyebut dua klub tersebut telah “mengencingi kolam renang” dan punya potensi merusak industri persepakbolaan.

Mengetahui celotehan Tebas tersebut, City pun tidak ingin berdiam diri. Mereka tengah mempertimbangkan apakah bakal menempuh jalur hukum.

“Kami sudah mencatat komentar kepada publik yang dinyatakan oleh Tuan Tebas hari ini dan awal pekan ini,” tulis City dalam pernyataan yang dikutip Manchester Evening News.

“Pernyataan UEFA tanggal 4 September kemarin sudah amat jelas dan berdasarkan pada informasi yang akurat. Sebaliknya, komentar Tuan Tebas sama sekali tidak berdasar dan 100 persen mengada-ada.”

“Seperti yang sudah anda tahu, klub sepakbola Manchester City dan City Football Group tengah mencari penasihat hukum yang tepat dan melakukan tindakan sesuai dengan saran itu.”

City sendiri mengeluarkan dana sebesar itu untuk memboyong Bernardo Silva, Ederson Moraes, Kyle Walker, Danilo dan Benjamin Mendy.