Cerita Nainggolan Soal Kebiasaan Merokok Yang Membuatnya Dipinggirkan Timnas Belgia

Radja NainggolanRadja Nainggolan menyatakan jika dia sempat kesal karena dalam beberapa kesempatan dia tidak dipanggil oleh tim nasional Belgia. Hal tersebut dia yakini adalah imbas dari kebiasaannya merokok.

Nainggolan dalam beberapa kesempatan terakhir memang tidak diikut sertakan dalam kometisi Internasional oleh timnas Belgia. Sejak terakhir kali masuk skuat saat melawan timnas Spanyol dan Siprus pada bulan September tahun lalu, gelandang AS Roma itu tidak dipanggil dalam empat laga berikutnya.

Kabarnya manajer kesebelasan Belgia, Roberto Martinez tidak suka dengan kebiasaan Nainggolan merokok. Tapi pada akhirnya mantan manajer Everton itu kembali memberi kesempatan kepada Nainggolan untuk bermain di laga kontra Yunani dan Rusia pada 26 dan 28 Maret ini.

Nainggolan memang dikenal sebagai pesepakbola yang suka merokok dan tidak pernah menutup-nutupinya. Eks pelatih timnas Belgia Marc Wilmots pun bahkan sampai menyediakan kamar hotel khusus dengan balkon di Piala Eropa 2016 lalu, agar sang pemain bisa menikmati hobinya itu tanpa gangguan pendeteksi asap.

Untuk persoalan sempat dipinggirkan dari timnas, Nainggolan mengaku kecewa. Namun dia tidak akan berhenti merokok hanya untuk mendapatkan kembali kesempatan bermain bersama Rode Duivels.

“Saya tidak malu hanya karena saya adalah seorang perokok dan saya tidak pernah menyembunyikan kebiasaan saya ini. Saya tahu seharusnya saya memberikan contoh yang bagus, saya punya anak-anak,” ujar Nainggolan dikutip Football Italia.

“Tapi saya hanya seorang pemain sepakbola, saya melakukan tugas saya dengan baik. Semua orang tahu kebiasaan saya merokok dan saya tidak menutup-nutupinya, saya tidak pernah merasa malu.”

“Saya sempat kecewa karena tidak dipanggil ke tim nasional setelah performa saya yang bagus di Piala Dunia. Saya adalah seseorang yang suka terang-terangan mengungkapkan perasaan, jadi saya tak pernah merahasiakan kekecewaan saya.”

Pada masa kepemimpinan Wilmots, Nainggolan memang diberi kebebasan. Wilmots tidak pernah mempermasalahkan kebiasaan gelandang AS Roma itu di luar lapangan selama performanya di atas lapangan memuaskan.