Cerita Kegagalan Cambiasso Di Real Madrid

Esteban Cambiasso pernah menjadi salah satu pemain di Real Madrid ketika usianya masih sangat muda. Namun nama Cambiasso di Real Madrid tidak terlalu mentereng sebab bukan pemain asli akademi serta tidak masuk dalam barisan ‘Los Galacticos’.

Cambiasso direkrut oleh Real Madrid dari Argentinos Junior pada 1996 saat masih berusia 15 tahun. Di masa-masa muda itu dia menjalani waktunya dengan membela tim Madrid B selama dua musim, untuk kemudian kembali ke Argentina membela Independiente (1998-2001) dan River Plate (2001-2002).

Di musim panas tahun 2002, Esteban Cambiasso pulang ke Real Madrid dan bertahan di Santiago Bernabeu selama dua musim. Di sana, pemain yang lahir di kota San Fernando Partido itu hanya main sebanyak 41 kali dengan 14 di antaranya sebagai pengganti dan akhirnya hengkang di tahun 2004.

Setelah dua musim memperjuangkan nasibnya di Real Madrid, Cambiasso akhirnya tersisihkan. Dia tak mampu bersaing dengan para pemain bintang yang direkrut oleh Presiden Florentino Perez, yang biasa disebut tim Los Galacticos.

“Ketika masih berada di tim utama, situasi saat itu menuntut skuat diisi para pemain akademi dan galactico, dan saya bukan keduanya, namun itu tidak sepenuhnya buruk, itu adalah salah satu pengalaman saua yang indah,” Esteban Cambiasso Cambiasso.

“Tidak ada tempat untuk pemain yang berkarakteristik seperti, sehingga saya lebih sering duduk di bangku cadangan. Situasi yang sama juga dirasakan oleh Claude Makelele. Dia tidak diperhitungkan hingga akhirnya dia pergi. Kami adalah para pemain yang banyak bekerja membantu tapi kami kalah bersaing, hal itu terbukti,” sambungnya.

Zinedine Zidane, Ronaldo Luiz Nazario de Lima, Luis Figo serta David Beckham adalah nama-nama top dunia yang direkrut oleh Florentino Perez untuk mengisi proyek Los galacticos. Kehadiran nama-nama besar itu sekaligus mengangkat citra Madrid yang sudah besar menjadi lebih besar lagi.

“Saya tahu kenapa saya pergi: Saya tidak masuk dalam pemain yang dibutuhkan oleh Real Madrid saat itu. Sulit bersaing dengan enam sampai tujuh pemain dengan gaji termahal di dunia sehingga beberapa pemain lain harus pergi. Tapi lima bulan pertama saya bermain untuk Madrid semuanya baik-baik saja,” tegasnya.

Setelah pergi dari Real Madrid, Esteban Cambiasso bergabung dengan Inter Milan. Di sana dia berkembang pesat hingga menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah dalam keberhasilan La Beneamata meraih treble winners pada 2010.