Capello Sanksikan Milan Bisa Berjaya Bersama Pemilik Baru

Fabio CapelloProses akuisi AC Milan akhirnya selesai juga. Dan sekarang, Ac Milan sudah resmi dimiliki oleh investor asal China, Rossoneri Sport Investment. Fabio Capello ragu jika pemilik Il Diavolo Rosso bisa membawa tim ini kembali jadi tim yang ditakuti.

Sebuah konsorsium yang dipimpin oleh pengusaha Yonghong Li mengambil alih Milan dari Fininvest sebagai induk perusahaan Milan milik Silvio Berlusconi pada Kamis (13 April 2017) waktu setempat. Angka 740 juta euro atau setara dengan Rp 10,4 triliun.

Kesepakatan ini pun mengakhiri kebersamaan Berlusconi bersama AC Milan dalam 31 tahun terakhir. Sepanjang jadi pemilik Milan, Berlusconi berhasil membawa Rossoneri memenangkan 29 trofi di seluruh ajang kompetitif.

Namun, Capello ragu jika kepindahan kepemilikan tersebut bisa membuat Il Rossoneri bisa bersaing di level Eropa. Meskipun, Yonghong Li berjanji akan melakukan investasi dengan nilai tinggi untuk menyeimbangkan keuangan klub dan saham.

Target jangka pendek tim asal kota mode ini adalah bagaimana AC Milan saat ini mampu lolos ke kompetisi Eropa seperti yang berhasil mereka lakukan di masa lalu. Capello mengatakan jika saat ini Milan perlu membeli para pemain yang bisa membuat perbedaan.

“Saya hanya berharap pemilik baru AC Milan memiliki sumber daya agar tim bisa bersaing dengan klub-klub Spanyol, Jerman, Inggris, ditambah tim Prancis seperti Paris Saint-Germain,” kata Capello seperti yang dilansir dari Football Italia.

“Namun, yang saya lihat sekarang adalah, Rossoneri Sport Investment tidak cukup kuat untuk bisa bersaing di Eropa. Paling tidak, kita sudah lihat dari seberapa lama mereka bisa mencapai kesepakatan,” sambungnya.

Capello sekaligus memberikan saran kepada pemilik baru untuk meningkatkan prestasi Rossonerri di level Eropa. Pelatih yang pernah mengantarkan tim ini meraih empat kali Scudetto itu berharap pengusaha China tersebut segera mendatangkan pemain bintang.

“Fondasi untuk mengantarkan AC Milan bersaing di level Eropa sudah ada, namun sekarang mereka perlu merekrut tambahan pemain yang bisa membuat perbedaan. Sayangnya, itu akan sulit, karena pemain-pemain bintang sudah dikuasai klub lain,” tegasnya.