Bukti Bahwa El Clasico Sudah Panas Sejak Dulu

El ClasicoReal Madrid akan menghadapi Barcelona dalam laga El Clasico di ajang La Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Sabtu malam, 23 Desember 2017. Pertandingan nanti diprediksi akan tetap berjalan dengan sengit dan panas walaupun kedua tim kini terpaut jauh dalam klasemen.

Real Madrid yang merupakan juara bertahan, saat ini hanya masih belum beranjak dari keempat klasemen, tertinggal 11 poin dari Barcelona yang ada di puncak. Tapi Cristiano Ronaldo dan kawan-kawannya baru mendapat suntikan kepercayaan diri, setelah menjuarai Piala Dunia Antarklub. Panasnya pertemuan kedua tim, antara lain juga bisa dilihat dari sejumlah data dan fakta berikut ini:

1. Lionel Messi Raja Gol
Penyerang Barcelona, Lionel Messi, masih jadi yang tertajam di El Clasico. Pemain Argentina ini sudah mencetak 24 gol dalam 36 kali pertemuan, dengan 16 di antaranya terjadi di La Liga. Sementara striker andalan Real Madrid, Cristiano Ronaldo, baru mencetak 17 gol, tertinggal satu gol dari legenda Madrid, Alfredo Di Stefano. Sembilan gol Ronaldo tercipta di Supercopa dan Copa del Rey.

2. Kemenangan Berturut-turut
Real Madrid masih memegang rekor kemenangan terpanjang, saat merebut lima gelar juara La Liga secara berturut-turut di era 60-an. Kemenangan tersebut mereka dapatkan sejak 1962 dan Februari 1965, Los Blancos memenangkan tujuh El Clasicos secara berturut-turut.

Torehan terbaik Barcelona adalah ketika masih ditangani Josep Guardiola dengan lima kemenangan berturut-turut. Secara keseluruhan, Real Madrid menang 95 kali, Barcelona menang 92 kali, sedengkan 49 laga lain berakhir seri.

3. Kemenangan terbesar
Skor 5 – 0 cukup sering terjadi di El Clasico. Barcelona dan Madrid sama-sama pernah menang dengan skor itu. Skor tersebut antara lain terjadi di Santiago Bernabeu di bulan Februari 1974, ketika Barcelona masih diperkuat Johan Cruyff. Pria asal Belanda ini juga mengantarkan Barcelona untuk meraih kemenangan 5-0 di Camp Nou pada Januari 1994.

Real Madrid lalu membalas dengan skor sama satu tahun. Skor dengan marjin terbesar yang diraih Barcelona adalah 7-2 di La Liga pada 1950 dan 6-1 di Copa di tahun 1962. Tapi, Madrid masih memegang rekor kemenangan terbesar yakni 11-2 di bulan Juni 1943 dan 8-2 di bulan Februari 1935.

4. Sang Pengkhianat
Legenda sepakbola Denmark, Michael Laudrup, merupakan pemain yang paling diingar dalam sejarah El Clasico. Dia sempat bermain untuk kedua klub itu, karena hengkang dari Barcelona ke Real Madrid di tahun 1994. Tapi, kontroversi yang melatari “pengkhianatan” Laudrup seperti tak ada apa-apanya dibandingkan saat Luis Figo pindah dari Barcelona ke Real Madrid pada 2000.

Kepindahan Figo kala itu menyulut kemarahan suporter, sehingga pernah dilempar kepala babi ketika bermain Camp Nou. Luis Enrique merupakan rekan satu tim Laudrup di Real Madrid namun pindah ke Barcelona di tahun 1996 dan menjadi legenda klub Catalan itu, terutama karena juga menjadi pelatih di sana.